Sandiaga Dukung Vaksinasi Pelaku Pariwisata di Kepri

vaksinasi di kepri
Mobil pembawa vaksin COVID-19 tiba di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (5/1/2021). (ANTARA)

Jakarta (gokepri.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung penuh dan merasa gembira akan rencana vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepri. Vaksinasi ini dijadwalkan berlangsung pada 20 sampai 21 April 2021 mendatang.

Dalam video conference dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Senin (15/3/2021), Sandiaga mengatakan, vaksinasi ini dapat menjadi momentum untuk memulihkan sektor Parekraf.

“Saya ingin membantu daerah ini. Karena Kepri juga daerah yang terdampak Covid-19 seperti Bali. Jadi mari kita sama-sama bergandengan tangan menyukseskan vaksinasi ini,” kata Sandiaga.

HBRL

Ia juga meyakini, masyarakat dan pelaku Parekraf di Kepri, khususnya di sekitar kawasan Nongsa dan Lagoi sudah siap menjalankan vaksinasi. “Saya juga yakin ini bisa segera kita eksekusi,” ujarnya.

Sehubungan dengan rencana tersebut, Sandiaga menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas rencana vaksinasi tersebut. Di antaranya Pemprov Kepri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas Covid-19, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

“Kami akan bahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden. Intinya Presiden Joko Widodo sudah memberikan keleluasaan di tingkat daerah untuk mengatur kebijakan travel bubble,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari menilai kawasan Nongsa dan Lagoi sudah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

“Vaksinasi ini nantinya tidak hanya akan berpengaruh kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saja. Tapi juga bisa memperkuat kedudukan Nongsa sebagai jembatan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Singapura,” ungkap Hari.

Staf Ahli Manajemen Krisis Kemenparekraf, Hengky Manurung menambahkan, Kepri juga sudah memiliki metode tracing yang dinilai kuat. Yakni menggunakan “Blue Pass” yang dapat mendeteksi pasien positif Covid-19 dengan cepat. Alat yang sudah dipergunakan Singapura ini dapat mencatat interaksi penggunanya dengan orang lain dalam kurang lebih 15 menit dan dengan jarak kurang dari dua meter.

Hengky juga menuturkan, selain memberdayakan wisatawan mancanegara, Pemprov Kepri juga harus memberdayakan wisatawan nusantara. “Karena, masyarakat Kepri dan sekitarnya juga ingin menikmati destinasi-destinasi wisata di Kepri seperti dulu,” tutur Hengky.

Baca juga: Bintan Vaksinasi Pekerja Wisata jelang Pintu Wisman Dibuka

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, vaksinasi ini akan diikuti oleh sekitar 3.000 hingga 4.000 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif beserta anggota keluarganya dan masyarakat setempat. Selain itu, ia menuturkan angka penyebaran Covid-19 di daerahnya juga telah melandai.

“Rencananya, tanggal 21 April 2021 nanti kita akan membuka kembali Bintan Resort dan Nongsa Point secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Ansar. (wan)

Pos terkait