Batam Bersiap Jadi Basis Industri Baterai Amerika Serikat

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyaksikan penandatanganan kerja sama investasi PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group untuk pengembangan industri baterai di Batam.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji (ketiga kiri) usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Foto: Kemenperin

Tynergy dan Wiraraja menyiapkan investasi baterai di Batam. Produk menyasar kendaraan listrik hingga pusat data.

BATAM (gokepri) – Investasi industri baterai asal Amerika Serikat senilai 500 juta dollar AS mulai memasuki tahap realisasi di Batam. Proyek ini tidak hanya menyasar pasar kendaraan listrik, tetapi juga kebutuhan energi pusat data dan pembangkit energi terbarukan.

Pembangunan pabrik di Wiraraja Industrial Park I, Batam, memasuki tahap penyelesaian akhir. Investasi tahap berikutnya direncanakan mulai masuk pada awal 2027.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai investasi tersebut dapat memperkuat daya saing sekaligus memperdalam struktur industri nasional. Pengembangan baterai dinilai strategis karena teknologinya memiliki beragam pemanfaatan di sektor energi dan manufaktur.

“Selama ini kita sudah fokus mengembangkan industri baterai. Namun, pemanfaatannya sangat beragam, mulai dari mobil listrik, data center, hingga energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya,” kata Sarmuji di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Investasi Pabrik Semikonduktor di Wiraraja Serap 1.000 Pekerja

Investasi tersebut merupakan kerja sama PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group. Kesepakatan ini menindaklanjuti perjanjian investasi Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., dengan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.

Rencana investasi tahap awal Tynergy di kawasan Wiraraja Industrial Park I ditargetkan mencapai 500 juta dollar AS. Nilai tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri baterai dan teknologi energi di Indonesia.

Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan pembangunan pabrik telah memasuki tahap akhir. Perusahaan masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan sebelum fasilitas tersebut siap diperkenalkan kepada publik.

“Pabriknya sebenarnya sudah selesai dan saat ini masih dalam tahap finishing. Insya Allah sekitar April tahun depan fasilitas tersebut sudah dapat dikunjungi,” ujar Akhmad.

Ads bp batam 2026 baru

Ia mengatakan investasi berikutnya direncanakan mulai masuk pada awal 2027. Perusahaan juga berencana mengundang Menteri Perindustrian untuk meninjau fasilitas industri tersebut.

Pengembangan industri baterai di Batam tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Teknologi penyimpanan energi juga semakin dibutuhkan untuk mendukung operasional pusat data dan pemanfaatan energi terbarukan.

Baterai dapat menyimpan energi listrik untuk digunakan ketika pembangkit tidak menghasilkan listrik secara optimal. Teknologi ini juga dapat mendukung keandalan pasokan listrik, termasuk pada sistem pembangkit listrik tenaga surya.

Menurut Sarmuji, keberagaman kebutuhan tersebut membuat industri baterai memiliki prospek pengembangan yang luas. Investasi baru di Batam diharapkan memperkuat rantai industri nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem baterai.

Ia juga menilai kerja sama tersebut mencerminkan minat investor global terhadap prospek industri manufaktur Indonesia. Komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem baterai nasional menjadi salah satu faktor pendukung investasi.

Kementerian Perindustrian, lanjut Sarmuji, akan mendukung kelancaran proyek tersebut. Dukungan itu mencakup upaya membantu menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin dihadapi perusahaan selama pengembangan industri.

Teknologi Energi

Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group Yan Purba mengatakan kerja sama dengan Wiraraja menjadi tahap awal pengembangan industri teknologi energi di Indonesia.

Pengembangan proyek tersebut juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk Essence Global Indonesia dan Energy Tech Indonesia.

Kerja sama ini menjadi bagian dari tindak lanjut diplomasi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan kesepakatan investasi kedua negara pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C.

Menteri Perindustrian menilai kunjungan Presiden ke Amerika Serikat telah menghasilkan peluang kerja sama ekonomi, khususnya dalam perdagangan, investasi, dan pengembangan industri.

“Selain mempererat hubungan antarnegara, kunjungan tersebut juga membawa misi ekonomi untuk mengundang investor, menumbuhkan industri, dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Sarmuji.

Baca Juga: BP Batam Dorong Pengembangan Industri Bernilai Tambah di Galang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait