PLTS 100 GWp Ditargetkan Hemat Subsidi Listrik Rp73 Triliun

PLTS Pulau Sembur berkapasitas 1 MWp untuk memasok listrik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Batam.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Pertamina NRE

JAKARTA (gokepri) – Pemerintah memperkirakan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dapat menghemat subsidi dan kompensasi listrik hingga Rp73 triliun jika seluruh proyek selesai. Program tersebut membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan penghematan itu berasal dari efisiensi kebutuhan anggaran pemerintah untuk listrik. Saat ini, subsidi dan kompensasi listrik disebut telah menembus lebih dari Rp200 triliun.

“Kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp70 sampai Rp73 triliun,” ujar Bahlil dalam Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (7/10).

Baca Juga: Proyek PLTS Vanda Solar Serap 60 Ribu Pekerja

Program PLTS 100 GWp tersebut baru dimulai dengan pembangunan 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp. Proyek tahap awal itu tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meluncurkan program tersebut sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan PLTS tahap awal di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Pemerintah menargetkan seluruh kapasitas 100 GWp terbangun dalam tiga tahun.

Prabowo bahkan meminta tim energi mempercepat penyelesaiannya menjadi dua tahun. Menurut dia, pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.

Besarnya potensi penghematan menjadi perhatian pemerintah karena beban anggaran untuk listrik saat ini sudah lebih dari Rp200 triliun. Bahlil menilai pemerintah perlu mempercepat inovasi untuk menekan kebutuhan subsidi tersebut.

“Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini,” ujarnya.

Ads bp batam 2026 baru

Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan keterlibatan sejumlah lembaga dan perusahaan negara. Prabowo menginstruksikan Kabinet Merah Putih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) bekerja mempercepat pembangunan PLTS.

Dengan kapasitas 100 GWp, program ini menjadi salah satu proyek besar pemerintah dalam pengembangan energi surya. Pemerintah juga mengaitkannya dengan upaya mengurangi beban anggaran sekaligus memperkuat pasokan energi dari sumber energi terbarukan. ANTARA

Baca Juga: Menyala 24 Jam, PLTS Pulau Sembur Jadi Percontohan Program 100 GW Prabowo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait