Proyek PLTS Vanda Solar Serap 60 Ribu Pekerja

PLTS Pulau Sembur Batam berkapasitas 1 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama 24 jam.
PLTS di Pulau Sembur yang sedang dibersihkan oleh petugas Pertamina saat peluncuran PLTS 100 GWp di Pulau Sembur Batam, Kepri, Selasa (25/8/2026). ANTARA/Angiela

Pembangkit surya raksasa Sugi menjanjikan 60 ribu pekerjaan. Listrik bersihnya siap mengalir ke Singapura.

JAKARTA (gokepri) – Proyek Vanda Solar & Battery di Kepulauan Riau membuka 60 ribu lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok industri nasional. Penyerapan pekerja terwujud lewat pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tenaga surya raksasa yang aliran energinya akan menyeberang menuju Singapura.

Proyek energi hijau ini menempati area di Pulau Sugi, Kabupaten Karimun. Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mencapai 2 Gigawatt-peak (GWp) dan bersanding dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) sebesar 4,4 Gigawatt-hour (GWh), menjadikannya salah satu proyek energi surya terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Vanda Solar & Battery, Proyek Energi Hijau Rp800 Triliun di Kepulauan Riau

Infrastruktur ini bekerja menyerap energi sepanjang siang, lalu menyimpannya ke dalam baterai agar pasokan listrik tetap stabil pada malam hari. “Kami menangkap energi sebanyak mungkin di siang hari, lalu menyimpannya di baterai dan mengalirkannya menggunakan kabel bawah laut dari Sugie hingga ke Singapura,” kata Country Manager Indonesia Gurīn Energy, Enda Ginting, di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu 23 September 2026.

Pembangunan fasilitas raksasa ini memicu efek ekonomi berganda bagi daerah, mulai dari peningkatan porsi keterlibatan pelaku usaha lokal hingga penguatan ekosistem industri hijau. Penyerapan 60 ribu tenaga kerja tersebut menjangkau rantai pasok yang tersebar di Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

Aliran modal asing langsung (FDI) yang masuk ke Indonesia dari Proyek Vanda mencapai 4,5 miliar dolar AS. Dari sisi nilai tambah selama masa konstruksi dan pengembangan, investasi ini diperkirakan mendatangkan hingga 10 miliar dolar AS, yang berujung pada tambahan penerimaan pajak pemerintah bernilai total 1,76 miliar dolar AS.

Vanda solar karimun
Country Manager Indonesia Gurīn Energy Enda Ginting menyampaikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Aji Cakti)

Selain menyalurkan energi, proyek ini sejalan dengan ambisi pemerintah yang ingin menempatkan Indonesia sebagai pusat energi terbarukan di Asia Tenggara. “Proyek ini mendukung visi pemerintah dan sejalan dengan niat mewujudkan manufaktur panel surya Tier-1 di Indonesia untuk kepentingan program-program nasional,” ujar Enda.

Langkah konkret penanaman modal ini sudah tertuang dalam nota kesepahaman antara PT Vanda Energy Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Karimun sejak Januari 2026. Dokumen kerja sama tersebut mengatur pengembangan infrastruktur, penyediaan energi bersih, kemudahan perizinan, hingga urusan ketenagakerjaan bagi wilayah setempat.

Bp batam banner link sep 2027

Kerja sama ekspor energi ini juga memperkuat kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) kini menduduki posisi strategis sebagai pusat industri berteknologi tinggi yang sepenuhnya bertumpu pada pasokan energi ramah lingkungan.

Sebagai pengelola, Vanda RE berstatus perusahaan patungan dengan mayoritas saham milik Gurīn Energy. Perusahaan asal Singapura ini memiliki rekam jejak panjang dalam menggarap portofolio proyek tenaga surya, angin, dan sistem penyimpanan energi di sejumlah negara Asia. ANTARA

Baca Juga: PT Vanda Energy Indonesia Tuangkan Investasi Rp36 Triliun di Karimun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait