Investasi Pusat Data Batam Ditaksir Sentuh Rp500 Triliun hingga 2028

Pusat data batam
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memaparkan materi pada kegiatan sosialisasi PLN Batam di Batam, Kepri, Jumat (25/9/2026). foto: BP Batam

Batam bersiap menerima investasi pusat data hingga Rp500 triliun. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan listrik.

BATAM (gokepri) – Arus investasi bernilai sekitar Rp500 triliun bersiap membanjiri industri pusat data (data center) di Batam dalam dua tahun ke depan. Kondisi ini memaksa pemerintah bergerak cepat menyiapkan pasokan listrik dan air berskala besar dari hulu agar operasional industri tersebut tidak menyedot pasokan kebutuhan warga.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai ledakan industri penyimpanan data ini harus segera diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Proyek raksasa ini tidak akan berjalan maksimal jika pengurusan izin dipercepat namun ketersediaan listrik dan air bersih justru tertinggal.

Baca Juga: Li Claudia Hadiri Tech Week Singapore, Pamerkan Ekosistem Pusat Data Batam

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memprediksi industri data center akan meledak secara signifikan dalam waktu dekat. “Banyak investor yang bernilai kurang lebih Rp500 triliun sedang bersiap masuk ke Batam,” kata Fary, Kamis 1 Oktober 2026.

Pembangunan pusat data otomatis akan menyedot konsumsi daya listrik dan pendingin air dalam jumlah raksasa setiap harinya. Oleh karena itu, pemerintah perlu menghitung batas aman ketersediaan utilitas tersebut di kawasan industri agar pasokan ke permukiman penduduk tidak terganggu.

“Pemerintah harus memastikan utilitas terbangun dari hulunya sejak awal agar investasi yang didorong cepat ini tidak terhambat,” ujar Fary.

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari tren ini harus diperluas dengan cara memacu pertumbuhan industri manufaktur yang memasok kebutuhan peralatan pusat data.

BP Batam tidak hanya mengandalkan sektor pusat data, namun juga aktif memacu investasi berbasis teknologi modern. Saat ini, terdapat 35 kawasan industri dan 135 galangan kapal di penjuru Batam yang butuh suntikan teknologi dan sistem informasi terkini agar mampu bersaing secara global.

Ads bp batam 2026 baru

Target ambisius turut dicanangkan BP Batam dengan mematok nilai masuknya modal usaha sebesar Rp70 triliun sepanjang tahun 2026. Capaian awal terlihat positif karena angka realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini sudah menembus Rp17,48 triliun, atau meroket tajam 102,85 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

“Kami berharap realisasi investasi menjelang akhir tahun ini, tepatnya pada kuartal ketiga, sanggup mencapai 95 persen dari target atau senilai Rp66 triliun,” tuturnya.

Arus masuk modal ini krusial untuk menggerakkan roda ekonomi melalui belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, hingga aktivitas ekspor dan impor barang.

“Peningkatan investasi ini tidak hanya akan menebalkan kesejahteraan warga lokal, tetapi juga menyumbang angka yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fary. ANTARA

Baca Juga: Amankan Air Warga, Pusat Data di Batam Diminta Suling Air Laut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait