BATAM (gokepri.com) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di wilayah itu terus berjalan. Hingga kini, sebanyak 271 koperasi telah memiliki lahan dan 25 gerai telah selesai dibangun.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi mengatakan saat ini terdapat 407 Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
“Dari total 407 koperasi, sebanyak 271 koperasi sudah memiliki lahan, sedangkan 136 koperasi masih dalam proses penyediaan lahan,” kata Riki, Kamis.
Ia menjelaskan, dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 25 gerai koperasi telah mencapai progres 100 persen. Sementara itu, 124 gerai masih dalam tahap pembangunan dan 258 koperasi lainnya belum memulai pembangunan gerai.
Menurut Riki, koperasi yang gerainya telah rampung belum seluruhnya beroperasi karena masih menunggu penyelesaian sarana pendukung dan mekanisme operasional dari pemerintah.
Sejumlah fasilitas yang masih dipersiapkan di antaranya rak dagang, mesin kasir, kamera pengawas (CCTV), kendaraan operasional, hingga sistem distribusi barang.
Riki mengatakan pemerintah menargetkan gerai-gerai tersebut dapat mulai beroperasi secara bertahap setelah seluruh perlengkapan diserahterimakan.
Di sisi lain, Dinas Koperasi Kepri juga mengevaluasi koperasi swadaya yang telah lebih dulu beroperasi sebelum skema nasional dijalankan.
Ia mengungkapkan dua koperasi swadaya, yakni di Pulau Buluh, Kota Batam, dan Kelurahan Kijang Kota, Kabupaten Bintan, untuk sementara menghentikan operasional.
Menurut dia, penghentian operasional tersebut bukan disebabkan rendahnya kebutuhan masyarakat, melainkan karena model bisnis yang dijalankan belum mampu menutup biaya operasional.
“Koperasi-koperasi itu dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat. Namun, karena belum masuk dalam skema yang sekarang, margin usahanya masih tipis sehingga operasional belum berjalan optimal,” ujarnya.
Riki menambahkan pemerintah kini menyiapkan penguatan ekosistem usaha Koperasi Merah Putih melalui dukungan koperasi sekunder, penguatan rantai pasok, serta integrasi dengan berbagai program pemerintah agar koperasi memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Ia optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan semakin berkembang setelah seluruh gerai selesai dibangun dan didukung ekosistem bisnis yang terintegrasi.*
Penulis: Engesti








