Pemprov Kepri Bidik Penyerapan Lulusan SMK Lewat Kemitraan dengan Industri

RDP DPRD bahas penguatan Link and Match SMK dengan dunia industri di Kepri. (foto: gokepri.com/engesti)
  • Pemprov Kepri Selaraskan Kurikulum SMK dengan Kebutuhan Industri

BATAM (gokepri.com) – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan dapat langsung bekerja setelah lulus melalui penguatan program link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, khususnya manufaktur, masih cukup tinggi. Lulusan SMK dengan kompetensi seperti pengelasan, teknik manufaktur, dan keahlian vokasi lainnya banyak diserap oleh perusahaan.

“Banyak lulusan SMK yang masuk ke sektor manufaktur. Keahlian seperti pengelasan dan bidang teknis lainnya masih sangat dibutuhkan. Ini menjadi kebanggaan kita karena menunjukkan lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja,” kata Andi Agung, di Gedung Graha Kepri, Kamis (16/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus diatasi, salah satunya kemampuan berbahasa asing, terutama Bahasa Mandarin, yang kini menjadi salah satu kebutuhan sejumlah perusahaan di Kepri.

“Kadang perusahaan terkendala kemampuan bahasa, terutama Bahasa Mandarin. Karena itu, penguatan link and match juga dilakukan melalui penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Kementerian Pendidikan telah menetapkan sejumlah program keahlian SMK ke dalam sektor prioritas utama yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan industri di Batam, Bintan, Karimun hingga daerah kepulauan lainnya.

“Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), industri manufaktur, maritim, ekonomi digital, hingga energi hijau,” jelas dia.

Lanjut, pelaksanaan link and match tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, tetapi telah diterapkan dalam berbagai bentuk kerja sama konkret antara sekolah dan ratusan perusahaan.

“Kerja sama itu mencakup penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, program magang, guru tamu dari kalangan praktisi, serta rekrutmen lulusan yang memenuhi standar kompetensi perusahaan,” kata dia.

Di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun, kerja sama difokuskan pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, galangan kapal, minyak dan gas, serta pariwisata. Sementara di Natuna, Anambas, dan Lingga, kemitraan pendidikan diarahkan pada pengembangan sektor kemaritiman, ketahanan pangan, hilirisasi hasil laut, serta digitalisasi layanan daerah guna mendorong lahirnya wirausahawan muda.

Adapun sektor industri prioritas yang menjadi sasaran pengembangan kompetensi lulusan SMK meliputi industri manufaktur elektronik dan logam, perkapalan dan jasa kelautan, logistik dan perdagangan global, teknologi informasi dan energi hijau, pariwisata dan hospitality, serta infrastruktur dan konstruksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Diky Wijaya, menegaskan pembangunan sumber daya manusia yang siap kerja harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Membangun SDM Kepri yang siap kerja harus dimulai dari kolaborasi. Link and match antara pendidikan menengah dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan langkah strategis agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Diky.

Ia berharap penguatan kolaborasi tersebut mampu membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang semakin produktif dan berdaya saing sehingga lulusan SMK di Kepri tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi tenaga kerja unggul yang mendukung pertumbuhan investasi dan industri di daerah.

“Harapannya, semakin banyak lulusan SMK Kepri yang dapat langsung terserap di dunia industri karena kompetensinya memang telah disiapkan sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Diky.*

Penulis: Engesti

 

Pos terkait