BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam untuk memperluas akses pendidikan vokasi. Penambahan sekolah ini sekaligus menjadi respons atas tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan yang belum sepenuhnya tertampung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dua sekolah yang dibangun ialah SMKN 13 Batam di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, dan SMKN 14 Batam di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji. Kehadiran keduanya diharapkan memperbesar daya tampung sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan kawasan industri Batam.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan penambahan sekolah tersebut merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas. Langkah itu juga ditujukan untuk mengurangi banyaknya calon siswa yang belum tertampung pada penerimaan peserta didik tahun ini.
Baca Juga: BP Batam Siapkan Lahan, SMKN 13 Tanjung Buntung Pasok SDM Industri
“Ini juga untuk mengatasi terus membeludaknya jumlah pendaftar baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027,” ujar Ansar.
Menurut Ansar, Batam dan Kepulauan Riau membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil seiring pertumbuhan industri dan perkembangan teknologi. Karena itu, pemerintah ingin memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan sekolah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Ia berharap SMKN 13 dan SMKN 14 menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang adaptif. Lulusan sekolah tersebut diharapkan memiliki kompetensi vokasi, berintegritas, serta mampu bersaing mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Pembangunan SMKN 13 Batam ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin (13/7/2026). Sekolah itu dibangun di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan anggaran Rp 4,1 miliar yang bersumber dari APBD Kepulauan Riau 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau Andi Agung menjelaskan pembangunan SMKN 13 merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat dan tokoh di Kecamatan Bengkong. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan sekolah kejuruan negeri untuk menampung lulusan SMP yang terus bertambah.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar SMKN 13 sudah berjalan dengan 480 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Selama gedung sekolah belum selesai, proses pembelajaran masih menginduk di SMAN 8 Batam.
SMKN 13 membuka tiga program keahlian, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Elektronika Industri. Program tersebut dipilih karena dinilai selaras dengan kebutuhan dunia industri di Batam.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai pembangunan sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, pendidikan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan merupakan jalan tercepat untuk melakukan transformasi kelas sosial menjadi lebih baik,” ujar Amsakar.
Amsakar mengatakan Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam sejak awal mendukung pembangunan SMKN 13, terutama melalui penyediaan lahan yang dikoordinasikan dengan Direktorat Lahan BP Batam.
Menurut dia, dampak pembangunan sektor pendidikan memang tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.
Baca Juga: Lulusan SMK di Batam Dapat Akses Kerja Lebih Cepat Lewat BKK
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









