BATAM (gokepri.com) – Sebanyak 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ditargetkan beroperasi pada tahun ini agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat nelayan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, program tersebut telah menunjukkan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan.
“Dari nelayan, nilainya meningkat menjadi 113 persen atau naik sekitar 47 persen dibanding sebelumnya. Hasil tangkapan yang dulu hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, kini sudah dapat dipasarkan ke Surabaya, Bali, Bitung, bahkan diekspor ke luar negeri,” kata Didit di Batam belum lama ini.
Ia mengungkapkan, keberhasilan tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pembangunan KNMP secara nasional.
“Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.269 kampung nelayan yang harus rampung, beroperasi, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan,” kata dia.
Menurut Didit, program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan prioritas nasional pemerintah, khususnya klaster swasembada pangan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan.
Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga memperbaiki pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi protein ikan.
Selain itu, kampung nelayan akan terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga mampu memperkuat rantai distribusi hasil perikanan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami titip kepada masyarakat agar merawat fasilitas yang sudah dibangun dan bekerja sama dengan koperasi desa. Dengan begitu pendapatan nelayan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Didit menjelaskan, hingga saat ini KKP telah menyelesaikan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model pengembangan. Menurutnya, setiap kawasan dibangun dengan pendekatan tematik yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
“Pembangunan kampung nelayan tidak bisa disamakan seperti membuat kendaraan yang bentuknya seragam. Setiap daerah memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda sehingga harus diawali dengan asesmen, termasuk memastikan status lahannya bersih dan jelas (clear and clean),” katanya.
Selain KNMP, KKP juga mengembangkan program Kampung Budidaya Ikan air tawar Tematik yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara wilayah pesisir dengan daerah pedalaman maupun pegunungan melalui pengembangan sektor perikanan budidaya.
“Jadi semua terintegrasi,” kata dia.
Didit mengaku memiliki kedekatan dengan Kepulauan Riau karena pernah bertugas di wilayah tersebut sejak awal dekade 1980-an. Pengalaman itu, menurut dia, menjadi modal untuk memahami potensi dan kebutuhan pembangunan sektor kelautan di daerah.
“Pembangunan ini membutuhkan proses, tetapi saya optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat ekonomi kawasan pesisir,” kata Didit. *
Penulis: Engesti









