Pengelolaan perparkiran di Karimun oleh PT MSM Tiga Matra Satria menuai polemik. Genap setahun mengelola parkir, tepatnya sejak 7 Juli 2025 lalu, PT MSM ternyata belum mampu membenahi parkir. Bukannya tambah maju, penataan parkir makin amburadul. Buntutnya, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Karimun mulai berang.
KARIMUN (gokepri.com) – Carut marut pengelolaan parkir di Karimun oleh PT MSM Tiga Matra Satria sudah mencapai titik nadir. Perusahaan yang ditunjuk Pemkab Karimun itu diharapkan mampu menata parkir dengan baik, tak sesuai ekspektasi. Benang kusut pengelolaan parkir ternyata makin berkerut.
Awalnya, penataan parkir di Karimun dikelola oleh putra tempatan. Polanya pembagian titik parkir dikelola oleh masing-masing koordinator. Pendapatan parkir dari jukir diserahkan ke koordinator dan langsung disetorkan ke Pemkab Karimun.
Namun, Pemkab Karimun kemudian mengubah pola penataan parkir. Alih-alih menunjuk pengelola parkir yang selama ini dijalankan olah anak tempatan, pemerintah daerah malah menunjuk PT MSM Tiga Matra Satria yang kabarnya sebuah perusahaan dari Bandung.
Merasa mendapat ‘serangan mendadak’, pengelola parkir di Karimun berusaha menerima keputusan itu dengan cara mengikuti ‘aturan main’. Ketika diajak untuk menaikan setoran ke PT MSM, mereka terpaksa mengiyakan.
Kendati sudah merasa mengikuti seluruh aturan main itu, namun di tengah jalan justru para pengelola parkir ini dianggap tidak efektif dan efisien. Parahnya, mereka malah dituding menghabiskan uang yang diperoleh dari jasa parkir.
Sejumlah Ormas dan OKP di Karimun yang melihat fenomena ini mulai menentukan sikap. Mereka yang selama ini mengaku diam karena menghormati kebijakan pemerintah daerah, akhirnya mengambil langkah tegas. Ormas dan OKP di Karimun sepakat, PT MSM harus segera angkat kaki dari Karimun.
“Kami memberikan pernyataan keras kepada PT MSM, bahwa kami tidak mau PT MSM ada di Karimun lagi,” demikian bunyi pernyataan tegas dari perwakilan OKP dan Ormas Karimun, di kedai kopi depan markas Kerukunan Pemuda Karimun (KPK), Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, SeninĀ 6 Juli 2026.
Pernyataan keras itu disampaikan Ketua Barisan Keamanan Daerah (Barkad) Karimun, Indrawan diamini Ketua Kerukunan Pemuda Karimun (KPK), Mardana Surya Karma yang juga didampingi Ketua DPD Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Karimun, Dato’ Zulfikar dan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Karimun, Suzandy.
Pimpinan ‘Pagar Negeri’ di Karimun itu memberikan alasan yang menjadikan mereka tidak menerima keberadaan PT MSM Tiga Matra Satria dalam mengelola parkir di Karimun.

Ketua Barkad Karimun: PT MSM Telah Ancam Anak Daerah
Ketua Barkad Karimun, Indrawan memberikan beberapa poin yang menjadi alasan pihaknya tidak menerima lagi keberadaan PT MSM Tiga Matra Satria di Karimun
Pertama, Ormas dan OKP di Karimun melihat lokasi parkir yang dikelola oleh PT MSM Tiga Matra Satria merupakan titik lama yang selama ini sudah dikelola oleh pengelola parkir yang merupakan putra tempatan.
“Kami menilai, PT MSM masuk Karimun dengan asumsi membuka titik lokasi parkir yang baru dengan apa yang mereka gaungkan selama ini, nyatanya mereka hanya mengobok-obok titik yang sudah berjalan atau bahkan berkontrak dengan Pemda yang selama ini sudah dikelola anak tempatan,” kata Indrawan.
Indrawan menyebut, meski tidak mampu membuka lahan parkir yang baru, namun karena alasan menghargai Pemerintah Daerah Karimun, maka pihaknya tetap tak mau mengusik sembari memantau perkembangan aktivitas PT MSM di Karimun.
“Sampai saat ini, mereka (PT MSM) tidak berjalan seperti yang mereka gaungkan. Bahkan, mereka sudah mengancam dan mengintimidasi anak daerah dan itu jelas kami tidak terima. Mereka sudah jelas mengobok-obok stabilitas anak tempatan,” kata Indrawan.
Dirinya menilai, sejak masuknya PT MSM di Karimun terkesan membuat kegaduhan. Dengan tegas Indrawan pernah mengingatkan Pemkab Karimun agar PT MSM memperhatikan putra daerah.
“Kami sudah ingatkan pemerintah daerah, perhatikan anak-anak lokal. Masih ada anak-anak tempatan yang sanggup untuk mencarikan PAD bagi Pemkab Karimun. Daripada berikan ke orang luar, lebih baik kasihkan kepada anak-anak daerah,” katanya.

Ketua KPK: PT MSM Tak Beri Lapangan Kerja ke Putra Daerah
Ketua Kerukunan Pemuda Karimun (KPK), Mardana Surya Karma mengatakan, sejak PT MSM Tiga Matra Satria meneken MoU dengan Pemkab Karimun pada 7 Juli 2025 lalu, hingga saat ini PT MSM tidak sekalipun membuka lapangan kerja bagi anak-anak tempatan.
Mardana Surya Karma menyebut, bukan hanya tidak memberikan kesempatan kerja kepada putra daerah, malahan sebaliknya PT MSM Tiga Matra Satria membuat situasi di Karimun menjadi tidak kondusif.
“Saya mendapat laporan, ada anak tempatan yang sudah lama menjadi juru parkir malah mereka keluarkan. Contohnya, petugas parkir di RSUD yang diberhentikan secara sepihak. Ada lagi jukir yang namanya Jupri yang menyebut kalau gajinya dipotong sepihak,” kata Surya. Kata Surya, sebelum PT MSM masuk ke Karimun, hubungan kerja antara juru parkir dengan petugas di Dinas Perhubungan Karimun kondisinya sangat baik, namun begitu masuk PT MSM semuanya berubah.
“Kalau keberadaan PT MSM di Karimun hanya akan membuat gaduh dan membuat Karimun tidak kondusif, silakan pergi dari Karimun. Balik saja kalian ke Bandung. Kami tak butuh kalian. Kami juga punya orang, punya keluarga dan punya anak-anak yang bisa bekerja,” tegasnya.
Surya kemudian menyebut, “Kami orang Melayu ini baik, tapi jangan disakiti,” ungkapnya keras.

Ketua LLMB Karimun: Kalau PT MSM tak Sanggup Ganti Saja!
Ketua Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Dato’ Zulfikar memberikan pandangan, selama ini Karimun dalam kondisi yang kondusif. Jangan hanya karena mengejar sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadikan daerah ini tidak aman lagi.
“Kita tentu saja berharap kondisi Karimun ini tetap kondusif. Kalau dengan datangnya PT MSM malah hanya akan bikin gaduh, kita minta pemerintah daerah mengevaluasi kembali PT MSM ini,” kata Dato’ Zulfikar.
Senada dengan dua rekannya, Dato’ Zulfikar juga meminta kepada PT MSM agar dengan legowo mengundurkan diri dari Karimun kalau memang tidak mampu memberikan peluang kerja bagi putra daerah serta membuat Karimun jadi gaduh.
“Selama ini kita kan tenang, tak ada masalah. Kok ketika mereka datang dan mengurus parkir, malah jadi masalah. Jadi, daripada bikin gaduh dan persoalan ini tidak selesai dan PT MSM tidak sanggup, ya sudah ganti saja orang lain,” tegasnya.
Penulis: Ilfitra









