Gempa di Sulawesi Tewaskan Sedikitnya 35 Orang, Ratusan Luka-Luka

Gempa sulawesi
Korban gempa di Sulawesi Barat mendapat perawatan di layanan darurat, Jumat (15/1/2021). (Foto: Reuters)

Batam (gokepri.com) – Gempa berkekuatan 6,2 skala richter di Sulawesi menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai ratusan orang, Jumat (15/1/2021).

Gempa dahsyat tersebut melanda 6 km timur laut dari kKta Majene, pada kedalaman 10 km pada 1.30 dini hari. Gempat ini menyebabkan ribuan penduduk yang ketakutan keluar dari rumah mereka dan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Gempa dan gempa susulan menyebabkan tiga tanah longsor, memutus aliran listrik, merusak jembatan di Kota Makassar, dan merusak lebih dari 60 rumah, dua hotel dan kantor gubernur provinsi. Setidaknya dua orang terkubur di bawah reruntuhan.

HBRL

“Alhamdulillah, untuk saat ini baik-baik saja, tapi kami baru merasakan gempa susulan lagi,” kata Sukri Efendy, warga berusia 26 tahun.

Darno Majid, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sulawesi Barat, mengatakan 35 orang tewas di Majene dan di Mamuju.

Informasi awal dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional mendata 637 orang terluka di Majene, dan belasan di Mamuju.

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan tetapi Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers bahwa gempa susulan dapat terjadi, dengan kemungkinan gempa kuat lainnya dapat memicu tsunami.

Setidaknya ada 26 gempa susulan, katanya, dengan gempa Jumat yang didahului oleh gempa berkekuatan 5,9 pada Kamis sore.

Juru bicara pemerintah provinsi Sulawesi Barat Safaruddin mengatakan perlu memulihkan telekomunikasi, memperbaiki beberapa jembatan yang rusak dan mengirimkan tenda, makanan, dan persediaan medis.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi dengan sepeda motor, dan seorang anak yang terperangkap di bawah puing-puing ketika orang-orang mencoba membuang puing dengan tangan mereka.

Gempa ini bukan yang pertama. Pada tahun 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter menghancurkan dan tsunami berikutnya melanda kota Palu, di Sulawesi, menewaskan ribuan orang.

(Can)

|Baca Juga: Longsor di Sumedang, Belasan Warga Ditemukan Tewas Tertimbun

Pos terkait