BATAM (gokepri) – 11 gedung Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Batam telah rampung dibangun hingga Selasa, 17 Juni 2026. Bangunan itu tersebar di 11 kelurahan, sementara puluhan lokasi lain masih dalam tahap pembangunan dan penyiapan lahan.
Pembangunan Kopdes Merah Putih berlangsung di tengah proses penyusunan operasional koperasi. Pemerintah Kota Batam masih menunggu petunjuk pemerintah pusat terkait fasilitas yang akan diisi serta jenis usaha yang akan dijalankan.
“Untuk yang sudah selesai 100 persen ada 11 lokasi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga: Pembangunan 64 Titik Koperasi Merah Putih di Batam Terus Dikebut
Salim menjelaskan program Kopdes Merah Putih di Batam direncanakan hadir di 64 lokasi. Sebanyak 42 lokasi telah masuk dalam daftar pembangunan yang dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam.
Sebelas bangunan yang telah selesai berada di Kelurahan Tembesi, Sambau, Batu Besar, Sungai Langkai, Sungai Pelunggut, Mangsang, Tiban Indah, Duriangkang, Sungai Harapan, Sungai Lekop, dan Patam Lestari.
Selain itu, tiga bangunan di Kelurahan Bukit Tempayan, Sungai Binti, dan Tanjung Piayu telah mencapai progres sekitar 80 persen. Adapun 22 lokasi lainnya masih dalam proses penyiapan lahan.
Menurut Salim, lahan yang digunakan berasal dari berbagai sumber. Sebagian besar merupakan aset Pemerintah Kota Batam. Sebagian lainnya berasal dari hibah masyarakat dan lahan milik BP Batam.
“Beberapa lokasi masih dalam proses penyelesaian administrasi lahan,” ujar Salim.
Meski sejumlah bangunan telah selesai dibangun, koperasi tersebut belum seluruhnya beroperasi. Pemerintah daerah masih menunggu arahan pemerintah pusat mengenai sarana dan prasarana yang akan disediakan.
Pemerintah pusat juga akan menentukan bentuk usaha yang akan dijalankan masing-masing koperasi. Karena itu, pengisian gerai dan aktivitas usaha belum dilakukan di sebagian besar lokasi.
“Kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” tutur Salim.
Ia mengatakan tidak semua Kopdes Merah Putih akan menjalankan usaha yang sama. Model usaha akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah masing-masing.
Menurut Salim, sebagian besar koperasi akan memiliki gerai kebutuhan pokok. Beberapa lokasi juga direncanakan menjual LPG. Ada pula koperasi yang akan menyediakan obat-obatan.
“Rata-rata memang akan ada gerai kebutuhan pokok,” ucap Salim.
Salim mencontohkan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Sagulung Kota. Koperasi itu telah mulai beroperasi meski pembangunan gedungnya belum selesai sepenuhnya.
Di lokasi tersebut telah tersedia gerai kebutuhan pokok. Koperasi juga menjual LPG dan obat-obatan kepada masyarakat sekitar.
“Di Sagulung Kota koperasinya sudah beroperasi,” kata Salim. ANTARA
Baca Juga: Koperasi Rempang Eco City Batam Mulai Tampung dan Jual Hasil Ikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








