BATAM (gokepri.com) – Dugaan kebocoran sebanyak 1.495 data pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Batam menjadi perbincangan luas di media sosial setelah informasi mengenai data tersebut viral dan disebut dapat diunduh secara bebas di internet.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan apakah data yang beredar tersebut benar-benar telah diambil oleh pihak yang tidak berwenang.
“Jadi begini, itu kan masih dugaan. Belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah diambil,” kata Rudi saat dikonfirmasi di Batam.
Menurut dia, Pemerintah Kota Batam telah bergerak cepat dengan melibatkan tim siber terpadu dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menelusuri dugaan insiden tersebut.
“Itu pekerjaan orang terlatih, jadi kita respons dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim siber yang bekerja sama dengan BSSN,” ujarnya.
Rudi menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan laporan kepada BSSN sejak dugaan insiden itu terjadi. Selanjutnya, dilakukan pelacakan terhadap alamat internet protocol (IP address) yang diduga digunakan pelaku untuk mengakses sistem.
“Nanti akan dilacak IP address orang yang mencuri data, apakah dari luar negeri, luar Batam, atau dari lokasi tertentu. Semua akan ditelusuri,” katanya.
Selain melakukan investigasi, Pemkot Batam juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan penyalahgunaan data. Salah satunya dengan menyurati berbagai instansi terkait, seperti perbankan, kependudukan, perpajakan, dan lembaga lain yang berpotensi menjadi sasaran penggunaan data secara tidak sah.
“Kami akan menyampaikan bahwa data orang-orang ini sementara diduga telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ada permintaan transaksi, permohonan informasi, atau usulan apa pun yang berpotensi menimbulkan transaksi, agar dilakukan verifikasi ulang kepada yang bersangkutan,” ujar Rudi.
Ia menegaskan langkah verifikasi tambahan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan identitas oleh pihak luar yang diduga telah menguasai data tersebut.
Sementara itu, terkait layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Rudi memastikan proses pendaftaran tetap berjalan normal. Setelah adanya dugaan serangan siber, tim teknis langsung melakukan mitigasi dan pemeriksaan terhadap sistem.
“SPMB tetap beroperasi. Memang kemarin setelah diduga diretas, kami langsung melakukan mitigasi dan melihat apa yang terjadi,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tercatat terdapat 14 kali percobaan peretasan terhadap aplikasi SPMB. Tim teknis kini masih melakukan penelusuran untuk mengetahui asal serangan, IP address yang digunakan, serta motif pelaku.
Rudi menyebut secara umum sistem data milik Pemerintah Kota Batam memiliki tingkat keamanan yang baik dan termasuk yang terbaik di Provinsi Kepulauan Riau. Namun, tingginya intensitas akses pada aplikasi SPMB diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengganggu layanan.
“Kalau data kita sangat baik, bahkan saya kira termasuk yang terbaik di Kepri. Hanya saja ada aplikasi tertentu dengan intensitas penggunaan yang cukup tinggi sehingga mendapat gangguan. Apakah tujuannya untuk membuat kekacauan atau lainnya, itu belum kami ketahui,” ujarnya.
Pemkot Batam juga mengimbau para orang tua siswa agar tidak panik dan tetap melanjutkan proses pendaftaran anak mereka melalui SPMB.
“Kami berharap orang tua siswa tidak gamang dan tidak khawatir berlebihan. Teruskan pendaftaran anak-anaknya sembari kami menyelesaikan permasalahan ini,” kata Rudi. *
Penulis: Engesti








