Krisis Guru Masih Membayangi Sekolah di Kepri

Tv interaktif sekolah batam
Penggunaan interactive flat panel (IFT) di sekolah. Foto: Detik

Pemprov Kepri menambah sekolah baru dan mengusulkan formasi CPNS untuk menutup kekurangan sekitar 1.500 guru.

TANJUNGPINANG (gokepri) — Kebutuhan guru di Kepulauan Riau masih belum terpenuhi seiring meningkatnya jumlah siswa baru setiap tahun. Dinas Pendidikan Kepulauan Riau mencatat kekurangan sekitar 1.500 tenaga pendidik untuk 280 SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau Andi Agung mengatakan, kebutuhan guru terjadi hampir di seluruh daerah, terutama Kota Batam yang memiliki jumlah penduduk terbesar di provinsi itu. Rata-rata setiap sekolah masih membutuhkan lima hingga enam guru tambahan.

HBRL

Baca Juga: Usulan CPNS Batam Didominasi Guru dan Tenaga Kesehatan

“Kebutuhan guru merata di semua kabupaten dan kota, terutama Batam dengan jumlah penduduk terpadat,” ujar Andi di Tanjungpinang, Minggu (11/5/2026).

Kekurangan tenaga pendidik terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah lulusan SMP sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, dan SLB. Pada tahun ajaran 2026, jumlah siswa baru diperkirakan mencapai 39.000 orang, termasuk sekitar 2.500 calon siswa dari luar Kepulauan Riau.

Menurut Andi, kebutuhan terbesar berada pada guru mata pelajaran dan tenaga pengajar vokasi di SMK. Dinas Pendidikan telah memetakan kebutuhan di masing-masing sekolah untuk menjadi dasar pengajuan formasi aparatur sipil negara (ASN) kepada pemerintah pusat.

“Data kebutuhan guru akan kami serahkan ke Badan Kepegawaian Daerah Kepri untuk diusulkan secara bertahap dalam formasi CPNS,” katanya.

Di tengah keterbatasan tenaga pengajar, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menambah kapasitas layanan pendidikan melalui pembangunan 10 unit sekolah baru (USB) pada tahun ini. Sekolah baru tersebut mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Sebanyak dua sekolah dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan alokasi sekitar Rp 5 miliar per sekolah. Adapun delapan sekolah lainnya dibangun pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan anggaran sekitar Rp 8 miliar per sekolah.

Sekolah-sekolah baru itu tersebar di Batam, Tanjungpinang, Lingga, hingga Natuna. Pemerintah daerah menilai penambahan sekolah diperlukan untuk memperluas akses pendidikan, terutama di wilayah kepulauan dan pulau terluar.

“Tujuannya agar akses pendidikan anak-anak merata di semua wilayah, termasuk di daerah terluar seperti Natuna,” ujar Andi.

Kebutuhan guru menjadi tantangan tersendiri bagi Kepri yang memiliki karakter wilayah kepulauan. Selain keterbatasan jumlah tenaga pendidik, distribusi guru antarpulau juga memengaruhi pemerataan layanan pendidikan di daerah tersebut. ANTARA

Baca Juga: Guru Sekolah Rakyat Wajib Lulusan PPG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait