Jakarta (gokepri.com) – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Indonesia menggelar doa bersama bagi seluruh korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Terkhusus doa untuk Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, yang turut menjadi korban bersama istri dan mertuanya.
Doa bersama, yasinan, dan salat gaib itu berlangsung di Sekretariat PB HMI Jakarta pada Minggu (10/1/2021) mulai pukul 20.00 WIB. Doa bersama itu juga dilakukan secara virtual dan diikuti para kader dan alumni HMI se-Indonesia.
“Doa bersama untuk Kakanda Mulyadi P.Tamsir, istri, serta keluarga,” tulis Sekjen PB HMI Taufan Ikhsan dalam pesan singkatnya.
Mulyadi merupakan mantan Ketua Umum (Ketum) PB HMI periode 2016-2018 yang terpilih dalam Kongres XXIX HMI di Pekanbaru. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Umum PB HMI periode 2013-2015. Saat itu Ketua Umumnya Arief Rosyid Hasan yang kini menjabat Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia.
Arief pun terlihat sibuk begitu mendapat kabar temannya itu ada dalam daftar manifest pesawat Sriwijaya Air yang jatuh. Ia sempat memastikan kebenaran kabar itu dengan mendatangi Bandara Soekarno Hatta hingga JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Di Pelabuhan Tanjung Priok Arief bertemu dengan beberapa alumni HMI lainnya, seperti Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kepala BKPM hadir di Posko Evakuasi di Terminal 2 Tanjung Priok, ikut mengecek kabar terakhir para korban, khususnya adik beliau di HMI sdr Mulyadi dan keluarga,” tulis Arief.
Mulyadi merupakan pria kelahiran Lampung, 8 April 1981 dan besar di Sintang, Kalimantan Barat, sejak berusia empat tahun. Setelah lulus SMK Bisnis Manajemen Budi Luhur pada 1999, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Kapuas, Program Studi Ilmu Administrasi Niaga pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Di bangku kuliah inilah Mulyadi mengenal organisasi ekstra kampus HMI. Organisasi menempanya hingga ia menempati posisi dari tingkat komisariat, cabang, badko, hingga PB. Pendidikannya tak terhenti, ia melanjutkan ke jenjang S2 di STIE Indonesia Malang 2009 dan mendaftarkan diri menjadi mahasiswa pasca-sarjana magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta pada 2011.
Berdasarkan keterangan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, terdapat 50 penumpang dan 12 kru di dalam pesawat Sriwijaya Air SJY-182. Ke-50 penumpang ini terdiri atas 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.
Berbagai pihak melakukan pencarian atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, misalnya, mengerahkan tujuh kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk membantu pencarian. Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga bergerak mengerahkan personel dan alutsista.
Di hari kedua pencarian pada Minggu (10/1) kemarin, Tim berhasil menemukan puing-puing seperti turbin pesawat. Tim juga menemukan sinyal kotak hitam (black box) dan beberapa jasad manusia yang diduga korban dari kecelakaan pesawat itu. (wan)








