Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Korban Meninggal Bertambah

tabrakan kereta Bekasi
Petugas berupaya mengevakuasi penumpang yang masih terjebak dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

BEKASI (gokepri.com) – Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Korban meninggal setelah menjalani perawatan di ICU RSUD Kota Bekasi.

“Pasiennya kalau secara umum sudah membaik tinggal yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi tapi mudah-mudahan bisa sembuh,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Dedi menyebut dirinya sempat berbincang dengan sejumlah korban yang dirawat. Dia berharap para korban segera pulih.

HBRL

“Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa saya ajak bicara,” ujarnya.

Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan satu orang korban meninggal dunia hari ini. Dia mengatakan ada 22 orang yang masih dirawat.

“Hari ini per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga dan qadarullah satu baru saja meninggal,” katanya.

(sumber: detik.com)

Pos terkait