BATAM (gokepri) – Harga plastik di Kota Batam melonjak sekitar 30 persen dalam beberapa pekan terakhir. Pemicunya kenaikan harga minyak dunia, bahan baku utama industri plastik global.
“Sekarang plastik mahal, jadi saya pakai kertas saja untuk bungkus gorengan. Kalau tetap pakai plastik, biaya jadi lebih tinggi,” ujar Walid. Walid tidak punya pilihan. Pedagang gorengan di Batam itu kini membungkus dagangannya dengan kertas.
Kertas memang lebih murah. Tapi tidak selalu praktis, saat hujan turun atau pesanan datang dalam jumlah besar, kertas bukan solusi. Di pasar-pasar Batam, perubahan itu sudah terasa. Sri, ibu rumah tangga, kini harus datang belanja dengan membawa tas sendiri. Penjual daging tempatnya berlangganan kehabisan kantong plastik.
Baca Juga: Bahan Baku Plastik Langka, Aphindo Waspadai Gelombang PHK
“Biasanya beli daging langsung dikasih plastik, sekarang malah disuruh bawa tas sendiri. Agak aneh juga,” kata Sri.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Wahyu Daryatin, membenarkan lonjakan itu. Kenaikan harga plastik, kata dia, bukan fenomena lokal karena terjadi di banyak daerah sekaligus, sebagai efek dari pasar energi global.
“Ini faktor global, terutama karena kenaikan harga minyak dunia. Bahan baku plastik juga berasal dari minyak,” ujar Wahyu.
Angka 30 persen itu pun belum final. Wahyu menyebut harga masih bergerak, bervariasi tergantung jenis plastik dan lokasi penjualan. Plastik kemasan menjadi kategori yang paling terdampak, termasuk kemasan beras dan produk kebutuhan harian lainnya.
Harga eceran bergerak lebih cepat dari harga distribusi. Pedagang di tingkat ritel sudah menaikkan harga bukan karena stok sudah habis, melainkan karena mereka mengantisipasi harga beli yang lebih tinggi saat restok berikutnya. “Di tingkat retail biasanya lebih tinggi, karena pedagang sudah mengantisipasi harga beli berikutnya,” kata Wahyu.
Wahyu memastikan pasokan plastik di Batam belum terganggu. Tidak ada kelangkaan. Yang berubah hanya harganya dan itu pun di luar jangkauan otoritas daerah. Plastik bukan barang yang masuk dalam daftar komoditas dengan harga eceran tertinggi (HET). Artinya, tidak ada harga yang bisa dipatok pemerintah. Pergerakan harganya sepenuhnya mengikuti pasar dan saat ini sedang bergejolak karena harga minyak dunia.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan Nafta, Harga Plastik Medis Bisa Naik 50 Persen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









