Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

Jadwal piala dunia 2026
Foto: Getty Images

Ketegangan perang dengan Amerika Serikat menyeret sepak bola ke pusaran geopolitik.

TEHERAN (gokepri) – Ketegangan di Timur Tengah kini merembet hingga lapangan sepak bola dunia. Di tengah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat, Iran memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Negeri Paman Sam.

Keputusan itu diumumkan Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali. Ia menyebut serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menjadi alasan utama negaranya menarik diri dari turnamen tersebut.

Baca Juga: 

“Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Doyanmali, seperti dikutip OneFootball, Kamis 12 Maret 2026.

Menurut dia, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama. Doyanmali menilai kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi tim nasional Iran untuk bertanding di negara yang tengah berkonflik dengan mereka.

“Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” katanya. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Iran menghadapi dua konflik bersenjata yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format baru yang melibatkan 48 negara. Turnamen tersebut diselenggarakan oleh tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sebelum keputusan mundur ini mencuat, Iran telah dipastikan berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan di grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

Keputusan Iran mundur muncul di tengah eskalasi konflik setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menargetkan sejumlah lokasi, termasuk Teheran, dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.

Pada hari pertama serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Iran membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. Ketegangan yang terus meningkat itu memperlebar konflik geopolitik di kawasan.

Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya memastikan tim nasional Iran tetap dapat berpartisipasi di Piala Dunia 2026 setelah memperoleh persetujuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Selama pembicaraan, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” kata Infantino, seperti dikutip Marca.

Namun pernyataan Trump kemudian menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, ia menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi, tetapi mempertanyakan apakah kehadiran tim tersebut layak dari sisi keselamatan.

“Tim Nasional Sepak Bola Iran tetap disambut untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya tak yakin kehadiran mereka pantas, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri,” tulis Trump.

Sementara itu, konflik yang memicu keputusan Iran mundur juga memicu reaksi internasional. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, sedangkan Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak deeskalasi serta penghentian permusuhan.

Jika keputusan mundur ini benar-benar direalisasikan, absennya Iran akan menjadi salah satu dampak politik paling nyata terhadap Piala Dunia 2026. Pertanyaan berikutnya, apakah konflik geopolitik akan terus memengaruhi turnamen yang selama ini diklaim sebagai panggung pemersatu dunia. SPUTNIK

Baca Juga: Mojtaba Khamenei, Pewaris di Tengah Api Teheran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait