Efek Pascalibur, Kunjungan Wisman Kepri Turun Tajam

Wisman ke Bintan 2026
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyambut wisatawan mancanegara (Wisman) perdana tahun 2026 dengan budaya khas Melayu di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BTT) Lagoi, Kabupaten Bintan, Kamis (1/1/2026). ANTARA/Ogen

TANJUNGPINANG (gokepri) — Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau turun 35,90 persen pada Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 158.338 kunjungan, setelah Desember 2025 mencapai 247.024 kunjungan.

Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga mengatakan penurunan ini terjadi setelah lonjakan libur Natal dan Tahun Baru. “Pola musiman pascalibur panjang memengaruhi jumlah kunjungan Januari,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin 2 Maret 2026.

Sebagian besar wisatawan masuk melalui Kota Batam sebanyak 126.620 kunjungan atau 79,97 persen. Disusul Bintan 18.660 kunjungan, Karimun 9.023 kunjungan, dan Tanjungpinang 4.030 kunjungan.

HBRL

Baca Juga: Batam Kejar 1,7 Juta Wisman, Andalkan Event dan Revitalisasi Destinasi

Wisatawan asal Singapura masih mendominasi dengan 68.413 kunjungan atau 43,21 persen dari total wisman. Malaysia menyusul dengan 42.911 kunjungan, kemudian Tiongkok 7.169 kunjungan dan India 4.184 kunjungan. Negara lain seperti Korea Selatan, Filipina, Australia, Myanmar, Jepang, dan Inggris masing-masing mencatat kurang dari 3.000 kunjungan.

Menurut BPS, sebagian besar dari sepuluh negara penyumbang wisman terbesar mencatat penurunan dibanding Desember 2025.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyebut kunjungan Januari masuk melalui delapan terminal feri internasional. Lima di antaranya berada di Batam, sementara sisanya di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

Hasan menilai awal tahun ini memberi gambaran pergerakan pasar wisata 2026. Ia mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri memperkuat promosi serta evaluasi destinasi agar kunjungan kembali meningkat.

“Kondisi ekonomi dan politik global sangat berpengaruh terhadap arus wisatawan. Kami berharap situasi membaik sehingga kunjungan ke Kepri ikut terdongkrak,” kata Hasan.

Penurunan Januari kerap mengikuti pola tahunan setelah puncak kunjungan akhir tahun. Namun stabilitas ekonomi regional dan daya beli wisatawan tetap menjadi faktor penentu tren sepanjang 2026. ANTARA

Baca Juga: Kunjungan Wisman Kepri 2025 Jadi yang Terbanyak sejak 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait