BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam menargetkan 1,7 juta wisatawan mancanegara pada 2026 untuk memanfaatkan lonjakan penumpang internasional. Target dikejar lewat event dan pengembangan destinasi.
Target tersebut dipasang setelah tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam menyebut capaian kunjungan sepanjang 2025 melampaui proyeksi awal, meski angka resminya masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan peningkatan kunjungan terlihat dari pergerakan wisatawan dan aktivitas di pintu masuk internasional. “Target 2025 sebenarnya sudah kami sampaikan. Namun, angka final belum bisa kami rilis karena masih menunggu data resmi dari BPS,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Baca Juga: Batam Ramai Dikunjungi Turis Asing, Singapura Masih Penyumbang Terbanyak
Untuk mencapai target 2026, pemerintah daerah menyiapkan kalender pariwisata sepanjang tahun. Agenda tersebut dirancang untuk menjaga arus kunjungan agar tidak terkonsentrasi pada periode tertentu.
Sejumlah kegiatan unggulan kembali digelar, antara lain Batam Wonderfood and Art Ramadhan, perayaan Chinese New Year, Kenduri Seni Melayu, serta Batam International Marching Band Competition. Selain itu, Sea Eagle Boat Race juga masuk dalam agenda pariwisata 2026.
Di luar agenda acara, pemerintah daerah mendorong pengembangan destinasi. Fokus diarahkan pada wisata religi dan kawasan unggulan yang dinilai memiliki daya tarik berkelanjutan.
“Masjid Raja Hamidah telah direvitalisasi dan kini menjadi salah satu tujuan wisata religi. Masjid Sultan dan Masjid Tanjak juga terus dikembangkan,” kata Ardiwinata.
Pengembangan wisata bahari dan hiburan terlihat di kawasan Bengkong Laut yang berkembang dengan sejumlah beach club. Destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise juga menjadi bagian dari penawaran wisata.
Indikator peningkatan kunjungan tampak di Pelabuhan Internasional Batam Center. Aktivitas penumpang internasional meningkat, terutama pada akhir pekan dengan jadwal kedatangan ferry dari Singapura dan Malaysia.
Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, mengatakan lonjakan terjadi pada jam tertentu. “Penumpang yang datang pagi hari cukup ramai, namun kembali normal menjelang siang,” ujarnya.
Saat ini, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50 hingga 55 perjalanan feri internasional per hari. Dengan dua ponton yang aktif, kepadatan kerap terjadi ketika jadwal kedatangan dan keberangkatan berlangsung berdekatan.
Baca Juga: Kunjungan Wisman Kepri 2025 Jadi yang Terbanyak sejak 2020
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








