Uji Kesiapsiagaan, Bandara Hang Nadim Simulasikan Kecelakaan Pesawat

Simulasi pesawat kecelakaan
Petugas pemadam bandara melakukan simulasi penanganan pesawat tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (2/12). GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – Bandara Hang Nadim Batam ditutup selama satu jam pada Selasa, 2 Desember 2025, untuk latihan penanggulangan keadaan darurat skala besar. Latihan itu mensimulasikan pesawat Airbus A320 tergelincir dan terbakar saat mendarat, yang melibatkan 140 penumpang dan kru dalam skenario.

Penutupan berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB dan membuat dua penerbangan terdampak. PT Bandara Indonesia Batam (BIB) menyebut seluruh maskapai dan AirNav telah diinformasikan sebelumnya sehingga penumpang menerima delay yang sudah direncanakan.

Direktur Operasi PT BIB, Anton Marthalius, mengatakan latihan ini bertujuan menguji kesiapan prosedur, komando, dan koordinasi semua unsur bandara sesuai Airport Emergency Plan. “Dalam kondisi apa pun, termasuk cuaca buruk, personel dan fasilitas kami harus siap,” ujarnya.

Ia menambahkan, hujan deras yang turun selama latihan memberi tantangan tambahan, tetapi seluruh personel tetap menjalankan prosedur dengan baik.

Skenario Pesawat Tergelincir dan Terbakar

Simulasi pesawat kecelakaan
Tim medis mengevakuasi korban simulasi kecelakaan pesawat ke ambulans dalam latihan penanggulangan keadaan darurat penerbangan di Bandara Hang Nadim. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

Latihan menggunakan pesawat fiktif Rajawali Air rute Kamboja–Batam. Dalam simulasi, pesawat mengalami kerusakan pada mesin nomor dua ketika bersiap mendarat di tengah cuaca buruk. Wind shear membuat pesawat keluar landasan dan memicu kebakaran pada salah satu mesin.

Dari 140 orang di dalam pesawat, simulasi mencatat 116 korban selamat, 20 luka berat, dan 4 meninggal.

Seluruh pemangku kepentingan bandara terlibat, termasuk maskapai, AirNav, ground handling, CIQ, TNI, Polri, Basarnas, dan Pemko Batam. Sebanyak 13 rumah sakit mengirim ambulans, di antaranya RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, RS Bhayangkara, dan puskesmas terdekat.

Simulasi pesawat kecelakaan
Tim medis mengevakuasi korban simulasi kecelakaan pesawat ke ambulans dalam latihan penanggulangan keadaan darurat penerbangan di Bandara Hang Nadim. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

PT BIB mengerahkan tiga foam tender, satu nurse tender, tiga ambulans internal, serta satu mobil komando.

Latihan keadaan darurat merupakan kewajiban dua tahunan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 140 Tahun 2015. Latihan terakhir digelar pada 2023 dan akan kembali dilakukan pada 2027. Tim Kementerian Perhubungan turut melakukan evaluasi langsung di lapangan.

Menurut Anton, fokus latihan adalah memastikan komunikasi, koordinasi, dan eksekusi berjalan sesuai rencana. “Kami memastikan semuanya berfungsi seperti yang diatur dalam Airport Emergency Plan,” katanya.

Baca Juga: Proyek Terminal 2 Bandara Hang Nadim Jalan Terus Tanpa WIKA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait