Proyek Terminal 2 Bandara Hang Nadim Jalan Terus Tanpa WIKA

PT Bandara Internasional Batam
Bandara Hang Nadim, Batam. Foto: gokepri/Candra Gunawan

BATAM (gokepri) – Proyek pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam dipastikan tetap berjalan meski kontraktor sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), resmi tak lagi terlibat.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan penghentian kerja sama dengan WIKA dilakukan secara baik-baik setelah perusahaan konstruksi pelat merah itu mengalami kesulitan keuangan.

“WIKA memang sedang menghadapi kendala finansial. Kalau diteruskan, pengerjaan proyek tidak akan optimal. Karena itu, kami sepakat mengakhiri kerja sama secara baik,” kata Annang di Batam, Jumat, 7 November 2025.

HBRL

Annang memastikan pembangunan terminal baru tetap dilanjutkan. Saat ini, PT BIB tengah menyiapkan dokumen lelang untuk mencari kontraktor pengganti. “Targetnya, awal 2026 sudah ada kontraktor baru yang siap melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut dia, kontraktor pengganti harus memiliki kesiapan penuh dari sisi teknis dan kekuatan modal. “Kami mencari mitra yang tidak sedang dalam restrukturisasi dan tidak punya masalah pendanaan,” katanya.

Terminal 2 merupakan proyek strategis yang terhubung dengan pengembangan terminal kargo baru di Bandara Hang Nadim. Setelah terminal kargo beroperasi, fasilitas lama akan dibongkar untuk memberi ruang pada tahap berikutnya. “Semuanya sudah kami susun secara berurutan. Begitu kontraktor baru ditetapkan dan terminal kargo beroperasi, terminal lama akan segera dibongkar,” ujar Annang.

PT BIB mencatat pengakhiran kontrak dengan WIKA berlaku per 30 September 2025. Tidak ada sanksi tambahan karena keputusan itu diambil berdasarkan kesepakatan bersama. Meski tak lagi menjadi kontraktor, WIKA masih tercatat sebagai pemegang saham di induk PT BIB, yakni konsorsium Angkasa Pura I yang juga menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dari Korea Selatan.

Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam kini meninjau kembali kerja sama pengelolaan bandara oleh konsorsium tersebut, menyusul keluarnya WIKA dari proyek pembangunan. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan kerja sama berjalan sesuai kontrak dan prinsip tata kelola yang baik.

“Tim internal kami sedang mendalami aspek kontrak dan kerja sama. Prinsipnya sederhana: semakin cepat bandara ini selesai dibangun, semakin baik bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar di Batam, Senin, 10 November 2025.

Ia menegaskan, jika ada pihak dalam konsorsium yang tidak mampu melanjutkan pekerjaan, pemerintah akan meninjau ulang pola kerja sama dan membuka peluang bagi mitra baru yang lebih kuat. “Kalau memang ada pihak yang tidak sanggup, tidak masalah. Kami bisa desain kerja sama baru yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Amsakar, pembangunan Bandara Hang Nadim menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan daya saing kawasan perdagangan bebas Batam. Karena itu, kepastian investasi dan keterbukaan informasi menjadi perhatian utama BP Batam.

Baca Juga: Mulai 1 Juli 2022, Konsorsium AP I-WIKA-Incheon Kelola Bandara Hang Nadim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait