BATAM (gokepri) – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) akan menarik aliran gas bumi dari perairan Natuna menuju Pulau Pemping, Batam. Melalui penandatanganan letter of intent dengan PT Timas Suplindo, proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping menjadi langkah awal penghubung gas Natuna ke pasar domestik untuk pertama kalinya.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyebut proyek ini sebagai jembatan penting dalam transisi energi bersih nasional. “Pembangunan pipa gas WNTS–Pemping akan memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya pasokan untuk sistem kelistrikan Batam dan sekitarnya,” kata Erma dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/10).
Proyek ini akan dikerjakan secara menyeluruh—mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi, hingga instalasi (engineering, procurement, construction, and installation / EPCI)—yang mencakup wilayah laut dan darat. Kompleksitas proyek dinilai tinggi karena harus menyesuaikan dengan kondisi geografis serta terintegrasi dengan jaringan migas yang sudah ada.
“Pekerjaan ini cukup menantang karena melibatkan area laut dan darat dengan risiko tinggi. Kami berharap proyek ini berjalan aman, sesuai spesifikasi, dan selesai tepat waktu,” ujar Erma.
Direktur Utama Timas Suplindo, Sulianto Entong, memastikan pihaknya siap melaksanakan proyek strategis nasional ini dengan standar keselamatan dan profesionalitas tinggi. “Kami berkomitmen menjalankan seluruh tahapan proyek secara efisien dan tepat waktu,” kata dia.
PLN EPI menilai kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok energi primer nasional dan menegaskan posisi gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih. ANTARA
Baca Juga:
- PGN Garap Infrastruktur Gas di 2024, Termasuk Proyek Pipa WNTS-Pemping
- DPR Dorong Pasokan Gas Blok West Natuna untuk Kebutuhan Batam
- Proyek Pipa Gas Natuna-Rempang Beroperasi 2028
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








