BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan adanya penerbangan reguler internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Langkah ini menyusul keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025 yang mengembalikan status bandara tersebut menjadi internasional setelah sempat dibekukan pada 2023.
“Kami mendorong maskapai penerbangan reguler di Bandara RHF, karena sebelumnya hanya ada penerbangan carter dari China,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Minggu (7/9).
Ansar menilai penerbangan reguler akan memberi dampak langsung terhadap ekonomi ibu kota provinsi. Selama ini, status internasional RHF tidak banyak menguntungkan Tanjungpinang karena hanya menjadi pintu masuk turis asal Tiongkok yang langsung transit ke Kabupaten Bintan.
“Kalau sudah ada penerbangan reguler, banyak wisatawan bisa masuk ke Tanjungpinang sehingga ekonomi pun berputar,” ujarnya.
Ansar menyebut momentum pengembalian status internasional RHF tidak boleh terlewat. Menurut dia, bandara ini bisa mempercepat akses wisatawan mancanegara yang ingin langsung mendarat di Tanjungpinang dan Bintan tanpa harus transit di Batam atau Singapura.
Untuk memperkuat daya tarik, Pemprov Kepri tengah mengupayakan kebijakan bebas visa bagi tiga negara prioritas: Tiongkok, Korea, dan India. “Kalau mereka bebas visa ke kita, seharusnya kita juga beri kebijakan serupa,” ucap Ansar.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan perbaikan fasilitas pariwisata, promosi, dan penyelenggaraan event internasional agar Tanjungpinang dan Bintan menjadi destinasi unggulan. “Batam sudah autopilot, sekarang Tanjungpinang dan Bintan harus kita kemas lebih serius,” kata Ansar.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara RHF, Agung Brahmantyo, memastikan kesiapan fasilitas. Menurut dia, terminal dengan kapasitas satu juta penumpang per tahun pada 2024 baru terisi sekitar 264 ribu.
“Kami siap mengaktifkan kembali fasilitas internasional, termasuk konter imigrasi, bea cukai, dan karantina. Sertifikat bandara juga segera disesuaikan,” ujar Agung. ANTARA
Baca Juga: Garuda dan Citilink Kurangi Frekuensi Penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









