LINGGA (gokepri) – Masyarakat Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, mengeluhkan kondisi jalan gelap pada malam hari karena minimnya penerangan umum. Hampir sepanjang ruas dari simpang Tanah Putih menuju Remik, lalu dari Remik ke Resang, tidak terdapat lampu jalan.
Camat Singkep Selatan, Munzilin Hasibuan, menyebut warga merasa takut melintas pada malam hari. “Sepanjang jalan itu gelap, masyarakat khawatir kalau lewat malam,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.
Keluhan warga tersebut dibawa Munzilin langsung ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri di Batam, Jumat pekan lalu. Ia meminta peningkatan fasilitas jalan, termasuk pemasangan PJU, marka, dan rambu lalu lintas di sekitar sekolah, tempat ibadah, kantor, dan puskesmas.
Menurut Munzilin, keberadaan rambu zona selamat sekolah sangat penting agar siswa lebih terlindungi saat berangkat dan pulang. “Rambu memberi waktu reaksi lebih bagi pengendara terhadap gerakan spontan anak,” katanya.
Selain masalah jalan, Munzilin juga mengusulkan peningkatan pelabuhan bongkar muat di Pantai Napau. Fasilitas itu dinilai vital untuk mobilitas masyarakat menuju Pulau Berhala dan Provinsi Jambi, sekaligus mendukung sentra kelapa yang mulai beroperasi tahun ini.
“Pelabuhan bisa jadi akses masuk bahan baku dari luar Lingga,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tim survei BPTD Kepri akan turun ke Singkep Selatan untuk meninjau langsung lokasi yang diusulkan. Munzilin berharap, jika pelabuhan Napau dikembangkan, jalur Roro Jagoh–Kuala Tungkal bisa dialihkan menjadi Napau–Kuala Tungkal sehingga jarak tempuh lebih singkat.
“Kalau terwujud, perekonomian masyarakat Singkep Selatan akan lebih berkembang,” kata Munzilin.
Baca Juga: Pemkab Lingga Didesak Legalkan Tambang Timah Rakyat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








