Transmigrasi Modern di Galang untuk Pastikan Warga Tak Jadi Penonton

Penyerahan sertifikat warga rempang
Suasana penyerahan 94 sertifikat hak milik kepada warga Pulau Rempang di Batam, Selasa (12/8/2025). Pemerintah menyebut penyerahan sertifikat ini sebagai bagian dari program transmigrasi model baru. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Transmigrasi modern disiapkan untuk menopang ketahanan pangan dan ekonomi warga di Pulau Galang. Rencana ini juga menjadi jembatan agar masyarakat lokal tak tertinggal dari derasnya investasi.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengumumkan rencana pembukaan lahan seluas 300 hektare untuk kawasan transmigrasi di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Area ini akan difokuskan untuk sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya mendukung swasembada pangan.

“Saya baru diberikan otoritas membantu BP Batam dan Pemko Batam untuk mencadangkan Pulau Galang sebagai wilayah transmigrasi. Sudah ada SK pencadangannya dari Pak Wali Kota,” ujar Iftitah di Batam, Selasa (12/8).

HBRL

Menurut Iftitah, program ini adalah strategi besar untuk memastikan masyarakat lokal dapat menikmati manfaat dari investasi yang masuk ke Batam sebagai kota industri. “Kami ingin masyarakat ikut mendapatkan manfaat dari investasi yang ada karena transmigrasi modern bertujuan untuk memberdayakan masyarakat,” katanya.

Iftitah menjelaskan, tingginya angka kemiskinan di tengah meningkatnya investasi disebabkan oleh rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini terjadi karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki warga. Oleh karena itu, kawasan transmigrasi di Pulau Galang akan berfokus pada pemberdayaan warga melalui pelatihan dan pendampingan. Diharapkan, mereka mampu bersaing di pasar kerja yang diciptakan oleh investasi.

“Nomor satu pasti warga lokal. Kementerian Transmigrasi mengedepankan masyarakat lokal terlebih dahulu untuk mengisi lapangan kerja yang akan terbuka,” tegasnya.

Kawasan transmigrasi di Pulau Galang merupakan bagian dari perencanaan terintegrasi dengan investasi di Batam, Rempang, dan Galang. Sebelumnya, Pulau Rempang difokuskan untuk perikanan dan hortikultura. Dengan adanya fokus pertanian dan peternakan di Pulau Galang, diharapkan keduanya bisa saling melengkapi untuk program swasembada pangan.

Terkait perluasan kawasan transmigrasi ini, Iftitah menekankan pentingnya dialog dengan masyarakat. “Dialog akan kami kedepankan terlebih dahulu agar tidak ada penolakan berarti dari masyarakat,” ucapnya.

Di wilayah Rempang, yang disebutnya sudah clean and clear, percepatan investasi akan terus didorong. Tujuannya agar lapangan kerja segera terbuka dan dapat menyerap tenaga kerja lokal. ANTARA

Baca Juga: Wajah Baru Tanjung Banun, Kampung Nelayan Jadi Kawasan Wisata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait