BATAM (gokepri) – Polda Kepulauan Riau mewaspadai peredaran rokok elektronik mengandung etomidate yang bisa membuat penggunanya seperti zombie. Peredaran masif terdeteksi melalui serangkaian pengungkapan kasus.
Direktur Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Anggoro Wicaksono mengatakan, pihaknya telah menemukan peredaran vape etomidate. “Sepanjang pengamatan kami, belum ditemukan vape zombie beredar di kalangan pelajar,” ujarnya Minggu (10/8). Vape tersebut umumnya beredar di kalangan anak muda dewasa.
Anggoro menjelaskan, etomidate belum termasuk narkotika, tetapi termasuk obat keras yang dilarang dijual bebas sesuai Undang-Undang Kesehatan. Tidak ada ciri-ciri khusus pada rokok elektrik yang mengandung etomidate. Polisi harus melakukan uji laboratorium untuk memastikannya.
Peredaran vape mengandung etomidate mulai terdeteksi di Kepulauan Riau sejak awal tahun. Pada Januari 2025, polisi menggagalkan 176 pod vape mengandung etomidate. Pengungkapan berlanjut pada 6 Juni, saat Polda Kepri menggerebek minilab yang memproduksi cairan vape etomidate di Batam. Sebanyak 225 bungkus cairan vape berbagai merek yang berasal dari Malaysia disita dalam penggerebekan itu.
Terakhir, pada 4 Juli, Ditresnarkoba Polda Kepri menangkap oknum KSOP Pelabuhan Ferry Batam Center dan seorang penumpang asal Singapura. Keduanya menyelundupkan 3.205 rokok elektrik mengandung etomidate dari Malaysia.
Untuk mencegah peredaran di kalangan pelajar, Ditresnarkoba Polda Kepri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat. “Kami terus menyosialisasikan bahaya narkoba ini kepada pelajar dengan mendatangi sekolah-sekolah,” kata Anggoro. ANTARA
Baca Juga: Petugas KSOP Batam Terlibat Jaringan Penyelundup Liquid Vape Berbahaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








