BATAM (gokepri) – Sektor perikanan Kota Batam menunjukkan kinerja positif di paruh pertama tahun ini. Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam mencatat total ekspor komoditas perikanan dari Januari hingga Juni 2025 mencapai Rp129 miliar, atau sekitar 51 persen dari target tahunan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menyatakan capaian ini masih sesuai target. “Kalau tren ini berlanjut, mudah-mudahan hingga Desember bisa tercapai Rp250 miliar,” ujarnya di Batam, Selasa (29/7).
Angka tersebut menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp126 miliar. Meskipun demikian, Yudi mengakui ada penurunan volume produksi pada bulan April dan Mei 2025.
Menurut Yudi, faktor cuaca buruk menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi produktivitas nelayan. “Cuaca buruk biasanya terjadi saat musim angin utara, sekitar bulan Oktober hingga Desember,” jelasnya. Pada periode tersebut, hasil tangkapan bisa menurun drastis akibat gelombang tinggi.
Dampak cuaca buruk ini dirasakan oleh seluruh nelayan, baik skala kecil maupun pengusaha besar. Namun, nelayan tradisional biasanya mencari alternatif dengan menjaring gamat, tripang, atau udang di sekitar perairan pulau, serta mengandalkan budidaya di kelong.
Sebagai langkah antisipasi, Diskan Batam terus mendorong pemberdayaan nelayan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB). “Dengan sistem KUB, kita dorong sistem menabung,” kata Yudi. Harapannya, nelayan memiliki simpanan saat tidak bisa melaut karena cuaca buruk.
Diskan Batam optimistis target ekspor perikanan tahun ini akan tercapai, dengan catatan bahwa periode sebelum musim angin utara dapat dimaksimalkan untuk produksi. ANTARA
Baca Juga: Ekspor Ikan Terhenti, Nelayan Budidaya Kepri Kena Imbas Perang Dagang AS-China
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








