Mayoritas Orang Indonesia Sikat Gigi Asal, Ini Kata PDGI

Cara sikat gigi yang benar
Ilustrasi: The New York Times

JAKARTA (gokepri) – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) memaparkan sejumlah kesalahan yang sering dilakukan masyarakat Indonesia dalam menyikat gigi. Kebiasaan menyikat gigi secara asal dengan gerakan tidak teratur menjadi salah satu persoalan utama.

Ketua Umum PB-PDGI, Usman Sumantri, menjelaskan bahwa cara menyikat gigi yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas pembersihan sisa makanan dan plak pada permukaan serta sela-sela gigi dan gusi. “Menyikat giginya masih asal, kalau di dalam panduannya kan menyikat gigi itu ada beberapa cara,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/5/2025).

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan bahwa 94,7 persen masyarakat Indonesia menyikat gigi setiap hari. Namun, ironisnya, hanya 2,8 persen yang melakukannya dengan cara yang benar.

Usman mencontohkan cara menyikat gigi yang dianjurkan, yaitu dimulai dari sisi kiri bawah ke depan, lalu ke kanan bawah, memutar ke dalam hingga kembali ke gigi bagian atas. Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride juga penting untuk memperkuat permukaan gigi dan mencegah gigi berlubang (karies). “Saya lihat pasta gigi di Indonesia yang tersebar itu sudah mengandung fluoride. Bagus itu bukan dari sisi pasta mana yang anda pilih, tapi bagaimana anda menyikatnya,” katanya.

Kesalahan lain yang masih sering ditemukan adalah kebiasaan berbagi sikat gigi. Usman menekankan bahwa kebiasaan lama ini berpotensi menjadi sumber penularan penyakit, seperti hepatitis yang dapat menular melalui air liur. “Namanya sudah virus gampang sekali, belum penyakit-penyakit virus yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Usman menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara dokter gigi, bidan, dan perawat dalam memantau tumbuh kembang bayi sejak lahir, terutama terkait kesehatan gigi setelah gigi mulai tumbuh. “Sekarang itu dokter giginya terlalu mandiri, kerjanya masing-masing padahal di situ ada ilmu yang saling membutuhkan,” pungkasnya. ANTARA

Baca Juga: RSBP Batam Perkenalkan Layanan Baru, Dari Operasi Hidung hingga Perawatan Gigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait