JAKARTA (gokepri) – Realisasi investasi di Indonesia kuartal IV 2024 mencapai Rp452,8 triliun, tumbuh 23,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini turut menyerap 580.916 tenaga kerja dan didominasi investasi di luar Pulau Jawa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan angka realisasi investasi naik 4,9% dibanding kuartal sebelumnya dan melonjak 23,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian ini membuktikan kepercayaan investor tetap tinggi.
“Kami juga telah melampaui target Presiden sebesar Rp1.650 triliun untuk 2024,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/12/2024).
Realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp207 triliun (45,7%) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp245,8 triliun (54,3%). Secara geografis, 57,5% investasi terkonsentrasi di luar Pulau Jawa, senilai Rp260,4 triliun, sementara Jawa menyumbang Rp192,4 triliun (42,5%).
Lima provinsi dengan realisasi tertinggi adalah Jawa Barat, Jakarta, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Sektor utama yang mendominasi adalah industri logam dasar (Rp60,4 triliun), pertambangan (Rp52,2 triliun), serta transportasi dan telekomunikasi (Rp42,7 triliun).
Sepanjang 2024, total realisasi investasi mencapai Rp1.714,2 triliun, melampaui target Renstra dan tumbuh 20,8% YoY. Investasi ini menyerap 2.456.130 tenaga kerja, dengan kontribusi terbesar tetap dari wilayah luar Jawa (Rp895,4 triliun atau 52,2%).
“Alhamdulilah bisa saya sampaikan di sini target yang diberikan kepada kami itu tercapai. Kalau kita bicara target Presiden RI saat itu sebesar Rp1.650 triliun maka ini tercapai dan target dari Rencana strategis (Renstra) juga sangat tercapai,” ujar Rosan. ANTARA
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Realisasi Investasi KEK Tanjung Sauh Rp199,6 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









