Dapur Umum dan Trauma Healing untuk Korban Longsor Tiban

korban Longsor Tiban Batam
Dapur lapangan Brimob Polda Kepri dikerahkan membantu penanggulangan bencana longsor di Perumahan Tiban Koperasi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (13/1/2025). Foto: Polda Kepri

BATAM (gokepri) — Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak longsor di Perumahan Tiban Koperasi, Batam. Setelah proses pencarian korban selesai, Polda Kepri mendirikan dapur umum dan membuka layanan trauma healing untuk memulihkan kondisi warga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak, termasuk yang mengungsi karena khawatir longsor susulan. Selain dapur umum, Polda Kepri juga membuka posko kesehatan untuk memberikan layanan medis darurat.

“Untuk pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak keluarga korban, kami menggelar kegiatan trauma healing atau psychological first aid (PFA),” kata Pandra di Batam, Senin 13 Januari 2025.

HBRL

Layanan dapur umum dan kesehatan akan beroperasi selama masa tanggap darurat bencana, sesuai standar operasional prosedur (SOP) selama tujuh hari. Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor telah ditutup setelah dua dari empat korban yang tertimbun ditemukan pada Senin petang.

Pandra menjelaskan, pencarian korban dilakukan intensif oleh tim gabungan yang melibatkan 375 personel kepolisian, 88 personel TNI, dan 138 personel dari instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat.

“Proses pencarian melibatkan alat berat dan unit K-9 untuk mendeteksi keberadaan korban di area sulit,” ujarnya.

Pengerahan fasilitas dan personel ini, kata Pandra, merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi bencana susulan. Kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu para korban,” kata Pandra.

Longsor tersebut menewaskan empat orang dan melukai lima warga lainnya, dua di antaranya anak-anak. Total lima rumah terdampak longsor dan lebih dari lima rumah terancam.

Empat Korban Tewas

Longsor Tiban Batam
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban longsor di Perumahan Tiban Koperasi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (13/1/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Diberitakan, setelah pencarian 15 jam, tim SAR akhirnya menemukan dua korban terakhir longsor di Blok S Tiban Koperasi, Sekupang, Batam pada Senin sore. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

Dua korban yang ditemukan adalah pasangan suami istri, Doni Aprianto dan Linda Luciana. Jenazah Linda ditemukan pukul 16.10 WIB, disusul jenazah Doni pukul 17.01 WIB. Keduanya ditemukan di kamar tidur mereka, di bagian belakang rumah yang berdekatan dengan tebing longsor, sesuai keterangan anak korban, Pranaya Dirga, yang selamat.

Longsor yang terjadi pada Minggu (12/1) pukul 23.30 WIB itu juga menewaskan pasangan suami istri Mujiadi dan Sukarni. Jenazah keduanya telah dievakuasi Senin pagi pukul 06.00 WIB dan dimakamkan di TPU Tamiang, Batam. Lima warga lain terluka, dua di antaranya anak dari korban meninggal.

Kepala Kantor SAR Kota Batam, Dedius, menyatakan penutupan operasi. Ia menjelaskan longsor dipicu curah hujan tinggi sejak Jumat (10/1) hingga Senin. Operasi SAR dimulai pukul 01.00 dini hari Senin, dengan peralatan lengkap.

Hujan deras selama tiga hari menyebabkan genangan di beberapa titik di Batam, namun hanya longsor di Tiban Koperasi yang berdampak parah. “Kami mengimbau masyarakat, karena Kepri memasuki cuaca ekstrem hingga 18 Januari 2025, agar waspada, terutama yang tinggal di dekat tebing,” kata Dedius. ANTARA

Baca Juga:
Tragedi Longsor di Tiban Koperasi Renggut Empat Nyawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait