BATAM (gokepri.com) – Sebanyak 89 penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Batam bakal mencoblos di Pilkada Kota Batam mendatang. Mereka telah menjalani proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.
“Pemilih ini masuk disabilitas mental. Jumlahnya 89 pemilih,” ujar komisioner KPU Batam, Adri Wislawawan, Rabu 31 Juli 2024.
Nantinya pemilih disabilitas mental ini akan mendapatkan pendampingan pada saat memasuki bilik suara. Pendampingan ini biasanya dari pihak keluarga atau kerabat.
Baca Juga: Komitmen KPU Batam untuk Pemilih Disabilitas
“Memang regulasi pendampingan bagi disabilitas ini belum terbit. Namun jika merujuk kepada regulasi Pemilu 2024 yang lalu, TPS didirikan dengan prinsip aksesibel untuk disabilitas,” jelas dia.
Dia mengatakan pemilih disabilitas bisa didampingi kerabat ke bilik suara dengan ketentuan tertentu, kursi yang disediakan untuk pemilih dengan kondisi disabilitas, akses khusus pemilih disabilitas di TPS, antrean ramah disabilitas, sampai dengan desain surat suara yang memudahkan pemilih disabilitas.
“Petugas KPU juga ada,” kata dia.
Selain disabilitas mental, KPU Kota Batam juga mencatat 127 pemilih dengan disabilitas fisik. Lalu ada juga 34 orang pemilih dengan disabilitas intelektual, 112 pemilih disabilitas wicara, dan 21 disabilitas rungu serta 173 pemilih disabilitas tuna netra.
“Total keseluruhan disabilitas 556 pemilih,” terang Adri.
Komisioner KPU Kota Batam Bosar Hasibuan menjelaskan, pemilih penyandang disabilitas terbagi dalam enam kategori. Pemilih dengan disabilitas fisik, mental, wicara, disabilitas rungu, disabilitas intelektual, dan serta disabilitas tuna netra.
“Salah satu prinsip pengadaannya di lingkungan nanti, aksesbilitasnya harus diperhatikan. Di PKPU 14 itu nanti ada alat bantu untuk pemilihan legislatif. Jadi mereka ada alat bantu yang tersedia di TPS,” kata Bosar.
Bosar menyampaikan KPU Kota Batam kerap melaksanakan sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat, terutama pemilih pemula dan disabilitas terkait penggunaan hak pilih dalam Pemilu mendatang. Hal itu bertujuan agar seluruh masyarakat dapat mensukseskan pesta demokrasi ini.
“Total 556 orang. Namun angka itu belum final seiring pergerakan hasil coklit nantinya sampai ke DPT,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









