800 Industri Kecil Tanjungpinang Kantongi Sertifikat Halal

sertifikat halal tanjungpinang
Pelaku IKM di Tanjungpinang mengikuti pelatihan pengolahan ikan yang digelar pemerintah daerah setempat. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (gokepri) – Sebanyak 50 persen atau 800 dari total 1.600 Industri Kecil Menengah (IKM) di Tanjungpinang telah mengantongi sertifikat halal yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, pada Minggu (19/5/2024).

Menurut Riany, sertifikat halal memiliki banyak manfaat bagi pelaku IKM, di antaranya memberi kepastian kepada konsumen produk mereka diproduksi, disiapkan, atau disajikan sesuai dengan standar halal.

Baca Juga:

“Sertifikat halal juga meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing bisnis,” jelas Riany.

Riany menuturkan produk IKM dengan sertifikat halal akan lebih mudah diterima di pasaran, terutama di kalangan konsumen Muslim, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Harapan kami, pelaku usaha dapat mengembangkan produk mereka hingga ke luar daerah, bahkan ke luar negeri,” imbuhnya.

Disdagin terus berupaya memfasilitasi seluruh IKM di Tanjungpinang untuk mendapatkan sertifikat halal melalui pendanaan APBD dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Proses untuk mendapatkan sertifikat halal melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan melakukan verifikasi dan audit terhadap bahan yang digunakan dalam produksi oleh pelaku IKM.

“Selanjutnya dilakukan ketetapan halal dan IKM akan mendapatkan sertifikat halal dari Kementerian Agama Tanjungpinang,” ungkap Riany.

Berbagai pelatihan sertifikasi halal untuk pelaku IKM di Tanjungpinang gencar dilakukan untuk mendorong produk-produk IKM berkembang dan dapat dipasarkan lebih luas.

Belum lama ini, pelatihan jaminan halal diikuti oleh 40 IKM di Tanjungpinang Timur dengan dana alokasi khusus (DAK) dan diberikan secara gratis bagi IKM binaan Disdagin.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk IKM dan daya saing mereka di pasaran,” pungkas Riany. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

 

BAGIKAN