2.296.320 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Vaksin Sinovac kembali tiba di Indonesia
Vaksin Sinovac kembali tiba di Indonesia

Tangerang (gokepri.com) – Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin Covid-19 merk Sinovac. Pada tahap ke-57 ini, sebanyak 2.296.320 dosis vaksin Sinovac yang siap pakai tiba di Indonesia.

Kedatangan vaksin ini merupakan bukti dari upaya pemerintah yang menempuh cara diplomasi untuk pemenuhan kebutuhan vaksin di dalam negeri. Pantauan di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (11/9/2021), vaksin Sinovac itu tiba pukul 13.40 WIB.

Vaksin Sinovac diangkut menggunakan maskapai Air China dengan nomor penerbangan CA701. Vaksin Sinovac ini didapatkan melalui jalur bilateral lewat COVAX Facility.

Pemerintah terus bekerja untuk memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia, dari semua jalur, baik jalur bilateral maupun multilateral, dengan segala mekanisme yang tersedia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan hari ini Indonesia kedatangan dua vaksin sekaligus, tahap 56 dan 57, yaitu vaksin Janssen yang merupakan bantuan dari pemerintah Belanda melalui skema bilateral dan vaksin Sinovac melalui COVAX Facility.

“Jika dihitung dari kedatangan pertama di Desember 2020 hingga tahap ke 56 dan 57 hari ini, Indonesia sudah memiliki total lebih dari 232 juta dosis vaksin. Baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi,” kata Wamenkes saat Konferensi Pers Kedatangan Vaksin Tahap 56 dan 57 pada Sabtu (11/9/2021).

Dengan kedatangan dua tahap vaksin ini, Pemerintah optimis dapat mempercepat laju vaksinasi dan harapannya bulan ini Indonesia dapat mencapai 2 juta dosis vaksin per hari. Hingga 10 September 2021, lanjut Wamenkes, telah disuntikkan lebih dari 112 juta dosis vaksin Covid-19.

Wamenkes menegaskan, meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian menurun, Pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi.

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung bertujuan agar jangan sampai Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus. Untuk itu kita harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah. karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Selain mematuhi protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk mengikuti program vaksinasi nasional.

“Tidak usah pilih-pilih vaksin, vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini. Jika kita menunda vaksinasi, kita akan terpapar virus duluan dan dampaknya akan lebih parah. Puluhan ribu anak kehilangan orang tua mereka karena COVID-19. Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan perkembangan vaksinasi bagi kelompok masyarakat terutama lansia dan dengan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujar Wamenkes.

Menurut Wamenkes, jumlah penduduk lanjut usia yang sudah di vaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain. Ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak boleh tertinggal dalam program vaksinasi nasional.

“Sekali lagi, jangan ragu untuk divaksinasi dan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan. Insa Allah denga ikhtiar bersama dari segenap pihak, kita dapat melewati pandemi ini,” pungkas Wamenkes. (wan)

Baca juga: Ibu Hamil di Batam Jalani Vaksinasi Covid-19

BAGIKAN