190 Ribu Rumah Tangga Nelayan di Kepri Bergantung BBM Subsidi

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut 190 ribu rumah tangga perikanan bergantung ke BBM subsidi.

Karimun (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus memperjuangkan agar kuota BBM subdisi terus bertambah. Apalagi, ribuan nelayan di Kepri bergantung dengan BBM subsidi.

“Nelayan merupakan porsi terbesar di Kepri menggunakan BBM bersubsidi. Setidaknya, ada 190 ribu rumah tangga perikanan di Kepri terutama nelayan yang menggunakan BBM subsidi,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Karimun, Selasa 30 Agustus 2022.

Kata Ansar, nelayan pengguna BBM subsidi mulai dari pemilik kapal 0 hingga 5 GT.

Selain untuk kebutuhan nelayan, pengguna BBM subsidi terbesar lain di Kepri adalah sektor transportasi termasuk kapal-kapal antar pulau. Namun, sebaliknya distribusi malah semakin menurun.

“Jumlah BBM subsidi yang didistribusikan selain menurun juga digabung dengan sektor yang lain seperti trasportasi, kapal-kapal antar pulau, kapal dari Tanjungpinang, Batam dan Dumai yang kesini semua kan menggunakan minyak subsidi,” jelas Ansar.

Dirinya khawatir jika distribusi menurun malah akan muncul kombinasi antara BBM subsidi dan non subdisi. Dampaknya, untuk kapal transportasi maka harga tiket akan meningkat.

Hanya saja, menurutnya, kalau kondisi pemerintah mensubsidi sudah tidak memungkinkan lagi, maka pihaknya akan memperkuat di pengawasan.

Terkait kebutuhan BBM subsidi, Ansar menyebut telah beberapa kali membahasnya di tingkat pusat.

“Kemaren rapat kita dengan Pertamina sudah berkali-kali, bahkan kita ke pusat yakni ke BPH Migas membicarakan ini,” ungkapnya.

Salah satu yang menjadi pembahasan adalah terkait penambahan kuota.

“Untuk menambah kuota yang ada, kuota yang belum mencapai masanya juga sudah kita tarik ke bawah, jadi kita nanti mengusulkan kekurangan kuota di akhir tahun, karena untuk memenuhi kekurangan yang ada,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait