Infrastruktur pasar induk di Batam gagal total selama 16 tahun terakhir. Nasib proyek pasar induk yang berlokasi di Jodoh itu kini bergantung pada pemerintah pusat.
Penulis: Engesti Fedro
Batam (gokepri.com) – Pembangunan Pasar Induk Jodoh Batam masih belum berjalan. Sejak bangunan lama itu dibongkar pada tahun 2021 sampai sekarang belum kelihatan fisiknya.
Pasar induk yang sudah dirobohkan itu sebagian sudah rata dengan tanah, sebagiannya lagi masih menyisakan beton bekas perobohan pasar. Di bagian depan hanya terlihat tumpukan kayu yang belum tahu diperuntukan untuk apa.
Jika masuk lebih dalam, ada sejumlah orang di dalam area pasar induk. Mereka bukan tukang yang membangun pasar induk itu, melainkan warga sekira yang mencari besi bekas.
Menggunakan alat seperti palu dan bor, mereka mengambil sejumlah besi di lokasi itu. Tidak ada pengawasan dari pihak Satpol PP atau pun pihak Disperindag Kota Batam di lokasi.

Sejumlah pedagang yang ada besebelahan dengan Pasar Induk Jodoh berharap agar pasar itu bisa dibangun dengan segera. Mereka menilai sejak dirobohkannya pasar induk itu sampai sekarang progresnya belum kelihatan.
“Kami berharap segera dibangun. Sudah lama juga,” kata Andre salah satu pedagang di pasar jodoh Rabu 13 Juli 2022.
Menurut dia, kondisi Pasar Jodoh saat ini sudah kumuh dan jorok. Apalagi di tempatnya yang jarang sekali ada pembeli yang lewat.
“Yang ke sini pelanggan lama saja,” katanya.
Ia mengaku belum ada pendataan dari pihak Disperindag terkait pedagang yang akan berjualan di Pasar Induk Jodoh itu.
“Tidak tahu, belum dengar bang,” katanya.
Hal yang tak jauh berbeda juga dingkapkan oleh pedagang lainnya, Marcelia S. Ia mengatakan, baik yang berjualan di kios maupun los sangat berharap pengerjaan proyek tersebut dapat segera selesai.
“Semoga cepat selesai sajalah biar pindah kami. Kemarin itu kan ribut-ribut mau dirobohkan sampai ada yang meninggal sekarang belum selesai juga,” kata dia.
Ia mengaku lokasi berjualan dia saat ini sudah sangat strategis banyak pelanggan yang sudah mengetahui lapak jualannya.
“Sebenarnya di sini juga bagus. Nanti pindah hilang pula pelanggan kan. Kami mau yang terbaik saja,” kata dia.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau mengatakan pembangunan pasar induk masih menunggu arahan pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu. Dalam waktu dekat nanti kita infokan ke media kalau progresnya sudah berjalan,” kata Gustian saat dihubungi Rabu 13 Juli 2022.
Ia bilang akan melakukan pendataan kepada pedagang yang akan berjualan di lokasi itu. Ia menjelaskan nantinya pasar induk ini mampu menampung ribuan pedagang dan menjadi pusat perbelanjaan di Batam. Anggaran pembangunan yang diusulkan Disperindag Batam ke Kementerian PUPR sebesar Rp334 miliar.
“Kami berharap segera terealisasi,” katanya.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan pembangunan pasar induk tersebut masih menunggu Kementerian PUPR.
Menurut dia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menyurati Kemanterian PUPR agar pembangunannya segara dilaksanakan.
“Kalau pemerintah daerah sudah siap dalam mendukung pembangunan pasar itu, tinggal menunggu kementerian saja. Ini kan yang membangun pusat,” kata Amsakar Rabu 29 Juni 2022.
Amsakar menjelaskan nantinya pasar induk ini mampu menampung ribuan pedagang dan menjadi pusat perbelanjaan di Batam.
“Nanti pasar ini menjadi induknya semua cari komoditi di pasar itu lah,” kata dia.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, dalam kunjungannya, Sabtu 26 Febuari 2022 meminta pasar Induk Jodoh Kota Batam dikelola dengan baik. Hal itu perlu dilakukan lantaran kawasan Jodoh, Nagoya merupakan sentral aktivitas masyarakat.
“Ini adalah pusat aktivitas masyarakat namun di daerah yang paling penting adalah aktivasi pasar. Kami dari kementrian Perdagangan akan follow up apa yang disampaikan oleh pak kadis secara teknis terkait dengan pembangunan ini,” katanya.
Bukan pertama kali nasib Pasar Induk Jodoh digantung. Operasional pasar induk Jodoh saat ini masih terbengkalai dan tidak terurus sejak diresmikan penggunaannya sejak 2006 lalu.
Dalam perkembangannya Pasar Induk Jodoh Batam sempat memiliki kontrak Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Golden Tirta Asia (GTA) tetapi kemudian diputus oleh Pemerintah Kota Batam pada 2011.
BP Batam selaku pemilik aset sempat menerapkan skema pinjam pakai tapi berakhir pada penghujung 2012. Hingga kini, pasar itu tak berfungsi sebagai pasar induk yang berperan penting untuk kegiatan ekonomi terutama distribusi logistik kebutuhan hingga pengendalian harga.









