BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Singapura mendorong penguatan kerja sama dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya dalam pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, energi terbarukan, manufaktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu disampaikan Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Singapura, Zulkarnain Abdul Rahim, dalam resepsi Hari Kebangsaan Singapura ke-61 di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (3/9/2026).
Dalam sambutannya, Zulkarnain terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026.
“Sebagai negara tetangga yang dekat, kita dapat merayakan hari kebangsaan dan hari kemerdekaan masing-masing bersama-sama,” katanya.
Ia menyampaikan, apresiasi terhadap kinerja ekonomi Kepri dan Batam yang dinilai menunjukkan pertumbuhan impresif.
Menurut dia, Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,94 persen, sementara Batam tumbuh 6,76 persen. Pertumbuhan tersebut dinilai memperkuat posisi Kepri dan Batam sebagai kawasan strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura.
“Kepulauan Riau dan Batam memiliki posisi yang strategis dalam eratnya hubungan antara Indonesia dan Singapura,” ujarnya.
Zulkarnain mengatakan, kedekatan geografis kedua wilayah telah membuka peluang bagi perusahaan dari kedua negara untuk mengembangkan kapabilitas baru, terutama pada sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Kerja sama tersebut, lanjutnya, mencakup bidang data dan teknologi, manufaktur, hingga pengembangan energi terbarukan.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Citra Shipyard di Batam sebagai salah satu gambaran pengembangan kapabilitas industri untuk mendukung kebutuhan masa depan kawasan.
Menurut dia, kawasan Batam, Bintan dan Karimun juga masih memiliki daya tarik kuat bagi investor. Singapura disebut menjadi salah satu investor asing terbesar di Batam dengan nilai investasi sekitar 940 juta dolar AS sepanjang 2025.
Selain investasi, Zulkarnain menyoroti pentingnya pengembangan kualitas SDM sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara.
Ia mengatakan sempat mengunjungi Politeknik Pariwisata Batam dan melihat berbagai program pertukaran mahasiswa serta pengembangan tenaga profesional yang dilakukan bersama sejumlah politeknik di Singapura.
“Pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat penting. Saya mengerti mengapa Bapak Amsakar menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas, khususnya dalam meningkatkan keterampilan generasi muda,” katanya.
Zulkarnain menilai, transformasi Kepri harus terus dilanjutkan agar daerah tersebut tetap menjadi salah satu tujuan utama pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Ia mengatakan Singapura siap menjadi mitra dalam perjalanan tersebut dengan memanfaatkan berbagai peluang kerja sama yang tersedia.
“Kita harus meraih kesempatan ini dan membangun fondasi untuk generasi selanjutnya. Kita juga harus menjaga dan menghargai hubungan baik ini,” ujarnya.
Ia menyebut komitmen penguatan hubungan kedua negara kembali ditegaskan dalam pertemuan bilateral pada Juli 2026 antara Presiden RI Prabowo Subianto dan pimpinan Singapura.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama, antara lain di bidang ketahanan, energi terbarukan dan lingkungan.
Zulkarnain juga menyinggung kunjungan Wakil Perdana Menteri Singapura ke Batam dalam rangka menghadiri peletakan batu pertama proyek kabel serat optik Nusantara.
“Kami percaya Singapura dan Kepri akan menuju masa depan yang lebih terhubung dan dinamis. Bersama-sama kita membangun fondasi yang solid bagi generasi selanjutnya yang makmur dan berkembang pesat,” katanya.
- Kepri Dukung Perluasan Kerja Sama
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, kedekatan geografis Batam dengan Singapura menjadi modal penting untuk terus memperkuat hubungan kedua wilayah.
Menurut dia, hubungan Batam dan Singapura telah terjalin sejak lama dan tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga sektor swasta, investor, serta pelaku usaha.
“Batam merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Kedekatan geografis ini berimbas pada kedekatan hubungan bilateral kedua negara,” katanya.
Ia menilai hubungan tersebut perlu terus ditingkatkan karena Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang saling melengkapi.
Nyanyang juga menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Singapura atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Kepri.
“Harapan kami, kerja sama yang terjalin ini dapat terus diperluas sehingga mendukung kemajuan dan kesejahteraan kedua negara,” ujarnya.
Pemprov Kepri, kata dia, tetap membuka dan mendukung peluang kerja sama serta investasi antara Indonesia dan Singapura, terutama pada sektor digital.
Menurut Nyanyang, pengembangan kawasan Nongsa Digital Park menjadi salah satu contoh peluang kolaborasi yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital.
“Ini diharapkan dapat mewujudkan kemajuan Indonesia tentunya dengan kolaborasi berbagai pihak,” katanya.
Ia berharap momentum peringatan Hari Kebangsaan Singapura ke-61 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Singapura.
“Majulah Singapura, terus berbuat baik dan bergerak maju untuk negara,” katanya.
Penulis : Engesti









