Batam (gokepri.com) – Wali murid salah satu sekolah swasta di Batam, Oktavia, merasa keberatan dengan diadakannya wisuda saat kelulusan anaknya dari tingkat SD.
Ia merasa keberatan, sebab harus membeli peralatan wisuda seperti toga, yang hanya sekali pakai. Padahal untuk masuk ke jenjang lanjutan masih membutuhkan biaya.
“Harusnya ada pilihan dari pihak sekolah menyediakan penyewaan toga kalau mau tetap melaksanakan wisuda, dari pada beli toga mahal-mahal,” kata dia saat ditemui Kamis 22 Juni 2023.
Baca Juga: Pelajar Diminta Tidak Konvoi Rayakan Kelulusan
Menurutnya meski sekolah telah memberikan pilihan untuk membeli atau tidak. Hal itu bukanlah pilihan yang cukup baik. Sebab, akan rasa kecewa atau tidak percaya diri dari diri si anak ketika melihat temannya yang lain memakai toga, sementara dia sendiri tak mengenakannya.
“Menurut saya pakai toga kan bisa lulus kuliah nanti. Tapi ada pula yang bilang siapa tahu ada anak yang tak bisa menikmati kuliah jadi bisa merasakan pakai toga,” kata Oktavia.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi akan melakukan evaluasi dan menyurati sekolah-sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri dan swasta terkait polemik pelaksaan wisuda yang saat ini menjadi perdebatan di tengah masyarakat Batam.
“Akan saya surati tidak boleh ada wisuda,” kata Rudi.
Ia nantinya juga akan membahas masalah tersebut kepada Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, yang saat ini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









