Waspada Phising, Begini Kiat Belanja Online Menjelang Lebaran

kiat belanja online aman
Belanja online menjelang Lebaran harus tetap hati-hati agar tidak terjerat kejahatan siber. Foto: Dok. Blibli

BATAM (gokepri.com) – Menjelang Lebaran banyak barang yang perlu dibeli. Belanja online menjadi salah satu cara untuk meringkas waktu. Tak perlu desak-desakan, barang langsung di antar ke rumah dan diskonnya pun tidak kalah dengan beli langsung ke toko.

Namun ternyata saat belanja online, orang tetap harus waspada. Sebab banyak ancaman digital yang bisa membahayakan.

Melalui siaran persnya, platform niaga daring Blibli mencatat setidaknya ada tiga modus kejahatan siber yang marak menjelang libur panjang Lebaran.

HBRL

Pertama, penjahat mengaku sebagai petugas e-commerce yang menawarkan diskon. Kedua, pelaku berpura-pura menjadi kurir e-commerce dan mengirim tautan palsu berupa berkas ekstensi APK, yang bisa mencuri data perangkat korban.

Ketiga, penjahat siber berpura-pura mengonfirmasi penukaran hadiah dan membujuk korban memberikan kode OTP yang dikirimkan ke email atau SMS. Kode itu akan digunakan untuk masuk ke aplikasi dan menarik data dan dana korban.

Dalam laporan Badan Siber dan Sandi Negara yang dikutip Blibli, menunjukkan hampir 1 miliar serangan siber terjadi di Indonesia pada 2022. Masa libur Lebaran menjadi salah satu periode dengan tingkat serangan tertinggi.

Berikut 4 tips belanja online agar tetap aman menjelang Lebaran yang dibagikan Blibli.

1. Jangan bagikan PIN atau kode OTP

Saat mendaftar atau masuk ke akun e-commerce, pengguna biasanya akan mendapatkan kode OTP atau PIN yang dikirimkan ke nomor ponsel atau email yang didaftarkan. Jangan pernah membagikan kode OTP itu kepada siapapun.

Untuk menjaga keamanan sebaiknya ganti kata sandi secara berkala dan tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun.

2. Waspadai phishing

Phishing merupakan teknik penipuan uang sering kali memakan korban, biasanya berupa tautan yang dibagikan melalui SMS, pesan instan atau email.

Pengguna e-commerce perlu waspada jika ada nomor tidak dikenal mengirim tautan. Jangan sekali-kali mengeklik tautan itu supaya data tidak tidak diambil penjahat siber.

3. Minta rekomendasi

Meminta rekomendasi dari teman atau melihat ulasan dari konsumen lain bisa diterapkan untuk menghindari penipuan saat belanja online. Ulasan yang lengkap, detail dan masuk akal menjadi penanda bahwa toko dan produk bisa dipercaya.

4. Tidak mudah tergiur diskon

Jadilah pembeli yang cerdas dan teliti saat berbelanja online, yaitu cek produk dan toko online tersebut. Pengguna e-commerce bisa menjadi korban penipuan karena terlena dengan promo besar-besaran dan harga barang yang sangat murah.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Digital untuk Memperkuat Keamanan Data Pribadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait