Beasiswa S1 disiapkan untuk warga Barelang. Pemerintah ingin pendidikan terhubung dengan kebutuhan industri.
BATAM (gokepri) – Pemerintah menyiapkan beasiswa S1 bagi warga kawasan transmigrasi Barelang, Batam, agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Program ini akan dikembangkan bersama perguruan tinggi nasional dan menjadi bagian dari rencana Kampus Patriot.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan beasiswa tersebut ditujukan bagi masyarakat lokal di kawasan Batam-Rempang-Galang. Pemerintah ingin warga setempat dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah tempat tinggalnya.
Baca Juga: Empat Rekomendasi untuk Mengembangkan Rempang Eco City
“S1-nya nanti kami buka dengan beasiswa untuk masyarakat lokal,” kata Iftitah seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Minggu (11/10/2026).
Menurut Iftitah, pemerintah juga membuka peluang pendidikan hingga jenjang magister melalui pengembangan Kampus Patriot. Sejumlah perguruan tinggi nasional, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Diponegoro, disebut berpotensi terlibat dalam pengembangan pendidikan tersebut.
“Kami juga tidak ingin masyarakat lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar,” ujarnya.
Rencana pendidikan tinggi itu disiapkan bersamaan dengan pengembangan kawasan Barelang dan kebutuhan tenaga kerja industri di Batam. Pemerintah ingin peningkatan investasi tidak hanya membuka pekerjaan, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat setempat untuk mengisi posisi dengan kebutuhan keterampilan lebih tinggi.
Iftitah mengatakan pendidikan perlu terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan begitu, warga lokal tidak hanya memiliki peluang bekerja pada tingkat dasar, tetapi juga dapat mengisi posisi profesional hingga manajerial.
“Kementerian Transmigrasi menjembatani antara dunia usaha dengan dunia pendidikan,” kata dia.
Untuk mendukung rencana tersebut, fasilitas bangunan modular telah tersedia di kawasan transmigrasi Barelang. Fasilitas itu sebelumnya digunakan untuk kegiatan akademik yang melibatkan mahasiswa dan staf Technical University of Munich (TUM), Jerman.
Kegiatan tersebut berlangsung lebih dari satu minggu dan melibatkan 20 mahasiswa serta tiga staf TUM. Bersama Universitas Diponegoro, mereka mengikuti pembelajaran dan pengamatan lapangan mengenai pengembangan kawasan transmigrasi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan pendidikan di kawasan transmigrasi Barelang. Pemerintah kemudian merencanakan pemanfaatan kawasan tersebut untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat lokal.
Namun, pemerintah belum merinci kapan perkuliahan reguler Kampus Patriot dimulai. Kuota beasiswa S1 dan mekanisme penerimaan mahasiswa juga belum ditetapkan.
Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi mengumumkan rencana Beasiswa Patriot untuk jenjang S2 melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi nasional. Pembelajaran program tersebut dirancang berlangsung di kawasan transmigrasi.
Iftitah mengatakan pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan industri menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia seiring pertumbuhan investasi di Batam. Masyarakat lokal diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan peluang kerja yang muncul dari perkembangan ekonomi wilayah.
Pendekatan tersebut tidak hanya disiapkan untuk Barelang. Jika program pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan industri itu berhasil, pemerintah berencana menerapkannya di kawasan transmigrasi lain.
“Kalau ini sukses, Insya Allah sebagai pilot project-nya, kita akan kembangkan di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Iftitah.
Ia mencontohkan Mamuju, Sulawesi Barat, yang memiliki rencana pengembangan sektor pertambangan. Menurut Iftitah, kawasan tersebut juga membutuhkan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan potensi ekonomi daerah. ANTARA
Baca Juga: Tiga Sektor yang Bisa Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Rempang-Galang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






