Summer Course 2026 menghasilkan empat rekomendasi pengembangan Rempang. Pemerintah mulai menyiapkan sejumlah program pendukung.
BATAM (gokepri) – Hasil Summer Course 2026 merekomendasikan empat arah pengembangan Rempang Eco City, yakni infrastruktur inovatif, skill-hub, agroforestri, dan ekowisata. Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk menerjemahkan rekomendasi itu, termasuk penghijauan, pemberdayaan nelayan, dan penguatan konektivitas.
Rekomendasi tersebut muncul dalam Festival Transmigrasi 2026 di kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026). Program kajian ini melibatkan 20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM) dan Universitas Diponegoro yang belajar langsung di kawasan itu pada 1-10 Oktober 2026.
Baca Juga: Tiga Sektor yang Bisa Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Rempang-Galang
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan rekomendasi hasil kajian akan segera masuk tahap implementasi. Menurut dia, langkah itu diarahkan agar masyarakat transmigran semakin mandiri dalam memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.
“Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan,” ujar Iftitah dalam Festival Transmigrasi 2026.
Empat rekomendasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur inovatif, pengembangan skill-hub, agroforestri, dan ecotourism. Keempatnya menjadi bagian dari gagasan penataan kawasan transmigrasi Rempang Eco City yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan hasil kajian itu menjadi perhatian pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City.
Sejumlah program yang sejalan dengan rekomendasi itu sudah berjalan. Amsakar menyebut pemerintah mulai menghijaukan kawasan melalui pembangunan taman serta memperkuat ekonomi warga lewat bantuan bibit budidaya bahari bagi nelayan setempat.
“Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan,” kata Amsakar.
Pemerintah juga menyiapkan penguatan akses transportasi menuju kawasan Rempang Eco City, khususnya Tanjung Banon. Dukungan transportasi darat mencakup layanan Trans Batam dan Bus DAMRI, sedangkan akses laut mendapat dukungan Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda.
Penambahan pilihan transportasi itu ditujukan untuk mempersingkat waktu tempuh sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat menuju kawasan tersebut. Pemerintah berharap sarana itu dapat mendukung aktivitas warga dan perkembangan kawasan transmigrasi.
Festival Transmigrasi 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan program penataan kawasan sekaligus melibatkan masyarakat dalam kegiatan di Rempang. Acara tersebut menghadirkan doa bersama, tausiyah, pertunjukan seni budaya, pameran produk unggulan kawasan transmigrasi, serta stan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Festival dibuka Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam.
Turut hadir Wakil Rektor Riset Inovasi Kerja Sama dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro Wijayanto, Ph.D., serta Direktur Technical University of Munich Prof. Walter Timo De Vries. Setelah pembukaan, rangkaian acara berlanjut dengan tausiyah Ustaz Das’ad Latif dan pertunjukan seni budaya Lebah Begantong.
Pengunjung juga dapat melihat pameran edukatif mengenai kawasan transmigrasi, produk unggulan daerah, serta produk UMKM lokal. Pameran tersebut menampilkan kerajinan dan kuliner sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat setempat.
Program Summer Course menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut karena menghadirkan kajian langsung terhadap kawasan Rempang. Keterlibatan mahasiswa dari TUM dan Universitas Diponegoro memberikan rekomendasi yang mencakup aspek infrastruktur, peningkatan keterampilan, lingkungan, hingga pariwisata.
Amsakar berharap masyarakat memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah pemerintah siapkan. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah,” katanya.
Baca Juga: Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







