Warga Penyengat Keluhkan Sulitnya dapat Air Bersih Saat Kemarau

air bersih pulau penyengat
Wakapolri Komjen Agus Andrinato dan stakeholder di Kepri mendengarkan keluhan masyarakat Pulau Penyengat, Jumat (2/2/2024). Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Warga Pulau Penyengat mengeluh kepada Wakapolri Komjen Agus Andrinato dan stakeholder Kepulauan Riau terkait susahnya air bersih di wilayah itu saat musim kemarau.

Kelurahan itu diungkap warga Penyengat pada sesi Jumat Curhat di Balai Adat Pulau Penyengat, Jumat 2 Februari 2024. Menurut Warga, air bersih di pulau itu susah didapat jika musim kemarau tiba.

“Air kami warna merah. Tidak layak dikonsumsi,” kata warga Penyengat, Ida.

HBRL

Baca Juga: Wakapolri Bantu Rp100 Juta untuk Balai Adat Pulau Penyengat

Ia mengaku, harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air bersih jika musim kemarau telah tiba.

“Satu hari itu Rp12 ribu keluar untuk air bersih. Kalau musim kemarau susah pak,” kata dia.

Selain air, warga Penyengat juga mengeluh soal ketersediaan bahan bakar solar bagi nelayan. Kata dia, kuota solar untuk nelayan tidak cukup. Warga juga meminta agar ada SPBU mini di pulau itu.

“Solar susah. Kalau bisa ada pom mini di sini untuk masyarakat,” kata dia.

Wakapolri Komjen Agus Andrinato mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Penyengat.

“Apa keluhannya bisa lapor Kapolres (Kapolresta Tanjungpinang-red). Nanti dikoordinasikan ke pemerintah daerah agar terpenuhi,” kata dia.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Hasan mengaku, paham dengan kebutuhan masyarakat Penyengat. Ia berjanji akan memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kalau air, Maret ini kami pasangan Depo III agar lancar semua. Tapi kalau SPBU nanti penyalurnya masing-masing saja. Tapi saya cek dulu,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait