BATAM (gokepri) — Perjuangan warga Central Hills selama setahun untuk mendapatkan lahan pembangunan masjid akhirnya terjawab. Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung lokasi lahan yang diusulkan warga dan memastikan proses hibah dipercepat. Peninjauan dilakukan pada Rabu sore, 3 Desember 2025.
Amsakar turun bersama Kepala Dinas Perkimtan Batam, Eryudhi Apriadi, Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana, serta tim teknis. Mereka mengecek titik lahan di area PL PT Menteng Griya Lestari seluas 55 hektare dan memastikan proses administrasi penyediaan lahan dapat segera diselesaikan.
Sebelumnya, Amsakar menggelar pertemuan dengan Pimpinan Central Group Batam, Merry Muljadi. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan hibah lahan seluas sekitar 1.300 meter persegi dari pengembang kepada Pemerintah Kota Batam sebagai lokasi pembangunan masjid.
Amsakar menyatakan bahwa dukungan pengembang tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan lingkungan yang inklusif. Ia juga menyinggung capaian Batam yang meraih Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia 2025 dari Kemendagri, satu-satunya daerah di Kepulauan Riau yang masuk 10 besar nasional. “Penyediaan lahan rumah ibadah menjadi bagian dari menjaga harmoni,” ujarnya.
Pemko dan BP Batam menargetkan seluruh proses administrasi hibah rampung dalam dua minggu. Amsakar menyebut lahan itu diharapkan dapat digunakan warga untuk salat tarawih Ramadan tahun depan.

Ketua Perjuangan Pendirian Masjid Central Hills, Daeng Harianto, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat pemerintah dan pengembang. Menurutnya, aspirasi warga akhirnya menemukan titik terang setelah setahun diupayakan. “Alhamdulillah, ini kabar paling membahagiakan bagi kami,” katanya.
Daeng menambahkan bahwa warga siap memulai pembangunan segera setelah proses hibah selesai, dengan target masjid dapat dipakai pada Ramadan mendatang.
Baca Juga: Warga Central Hills Batam Tuntut Pembangunan Masjid
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







