Wali Kota Batam Hadiri Peletakan Batu Pertama SMK Muhammadiyah Nongsa

Wali KOta Batam H Muhammad Rudi hadiri peletakan batu pertama SMK Muhammadiyah Nongsa.

Batam (gokepri.com) – Wali Kota Batam H Muhammad Rudi menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah yang ada di RT 01 RW 18, Jalan PTK Housing, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dalam acara peletakan batu pertama yang digelar ketua ranting sekolah Muhammadiyah tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Kepri, anggota DPRD Kota Batam, Kapolsek Nongsa, Camat Nongsa Lurah Kabil maupun perangkat RT/RW, serta tokoh masyarakat Kabil, Ahad, 6 Maret 2022.

“Pagi kita berada di sekolah muhammadiyah Kabil. Tingkat SD, SMP dan tingkat SMK. Jadi kita hadiri hari ini adalah acara peletakan batu pertam pembangunan ruang sekolah SMK untuk sekolah muhammadiyah,” ucap Rudi.

Rudi menyampaikan, keterangan dari Masrizal selaku Ketua Ranting Sekolah Muhammadiyah bahwa, banyak sekali ruangan yang kurang, sementara jumlah muridnya hampir sebanyak 500 orang.

“Jadi disini masih ada peran pemerintah yang harus masuk, supaya anak-anak yang belajar di sini supaya mendapat tempat yang lebih baik. Jadi mau sekolah muhamadiyah, mau sekolah apapun ini, ini sebagian dari pemerintak Kota Batam juga. Jadi tugas saya bagaimana menyelesaikan pendidikan Kota Batam,” Sebut Rudi.

Rudi menyampaikan, seluruh unsur yang menjadi bidang pendidikan, mau organisasipun ini, ini harus dirinya perhatikan juga. Jadi Hari ini dirinya hadir. mudah-mudahan dirinya bisa membantu sehingga ada ruangan baru sehingga ada untuk anak-anak sekolah belajar.

“Ini sebenarnya salah satu perintah presiden, sebetulnya lndonesia emas tahun 2045. itu sebetulnya yang utama adalah sumber daya manusia (SDM). Jadi 2045 bahwa tidak boleh lagi anak yang tidak sekolah, sementara jumlahnya kita besar itu hampir miliaran. Jadi kalau Kabil ini tidak bergerak, misalkan satu orang manusia menghasilkan tiga orang anak saja dikali dua puluh tiga tahun, itu jumlahnya bisa-bisa miliaran,” jelas Rudi.

Maka tugas saya kata Rudi pada hari ini sebagai pemerintah Daerah menyelamatkan Kota Batam. salah satu saya hadir di sekolah muhammadiya mudah-mudahan bisa membantu terutama anak-anak kita yang bersekolah di sini,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Ranting Sekolah Muhammadiyah Masrizal menyampaikan bahwa pihaknya sangat berharap apa yang disampaikan oleh Wali Kota Batam tersebut.

“Iya Kami pasti berharap apa yang disampaikan oleh pak Wali itu, iya tentu harapan kita harus segera dilaksanakan dengan apa yang disampaikan tadi. Karena kita betul-betul berharap, makanya kami sampai bersusah payah, karena kita sangat butuh pembangunan gedung sekolah SMK Muhammadiya ini,” kata Masrizal saat menyampaikan harapannya.

Masrizal menyampaikan, masalah lokal sekolah untuk yang lalu saja masih kurang satu, dan sekarang ini bertambah tiga sekolah lagi iyakni, sekolah SD, SMP dan sekolah SMK. Jadi manapun yang dikabulkan dalam bantuan tersebut pihaknya terima saja.

“Jadi apa yang dijanjikan kami sama pak Wali tadi, semoga terkabul amiin. Karena kami di sekolah muhammadiyah ini hanya memiliki modal nekat saja, berdo’a nekat dan berusaha sebaik mungkin menggunakan dana, bahkan sampai-sampai sekarang ini kami membuka usaha baru kecil-kecilan, karena di muhammadiyah ini tidak ada gaji,” Sebut Masrizal.

Masrizal menjelaskan, Jadi yang penggerak muhammadiyah ini sekarang pihaknya buka usaha seperi membuat pot bunga dengan menjual tanah hitam. Jadi 60% untuk penggeraknya dan 40% untuk biaya kita salurkan kepada anak-anak, dan biaya anak sekolah yang kurang mampu seperi anak yatim duafa dan anak fisabilillah.

“Sementara anak yatim di sini sebanyak 24, itu iyang kita ketahui orang tuanya meninggal. Sementara untuk biayanya itulah yang kita carikan hari-hari, terkadang kami dapat bantuan dari pemerintah, akan tetapi kepalah sekolah kami ini kami sangat salut sama dia, sebab dia bisa mengayomi. Artinya tidak ada bagi kami anak yang istilahnya yang tidak bisa sekolah karena itu pesan saya setiap ada pertemuan, ujar nya.(Eri)