Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Feri di Tanjungpinang

Mudik di Kepri
Penumpang melewati jembatan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membolehkan warganya mudik antar pulau saat Lebaran nanti. (foto: Antara/Ogen)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang menyatakan kebijakan vaksinasi penguat atau booster sebagai syarat perjalanan antarpulau sudah berlaku di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Koordinator Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang Nolita Sesphana, mengatakan, kebijakan itu sesuai dengan surat edaran (SE) Kasatgas Nomor 16 Tahun 2022 tentang syarat perjalanan domestik dengan moda transportasi udara, laut, darat, kereta api maupun kendaraan pribadi.

“Calon penumpang pelabuhan SBP, sudah mulai diskrining/diperiksa di pintu keberangkatan,” katanya di Tanjungpinang, Rabu 7 April 2022.
​​​​
Nolita menyebut berdasarkan SE tersebut, pelaku perjalanan yang sudah divaksin penguat, tak perlu lagi melakukan tes COVID-19, baik antigen maupun PCR.

HBRL

Sementara pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua dosis, wajib menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes antigen (1×24 jam) atau PCR (3×24 jam).

Sedangkan penerima vaksin dosis pertama, wajib menunjukkan negatif COVID-19 tes PCR (3×24 jam).

“Untuk orang yang belum vaksin sama sekali karena kondisi khusus, harus menunjukkan hasil negatif tes PCR (3×24 jam) serta melampirkan surat dokter,” ujar Nolita.

Pihaknya juga menyiapkan layanan vaksinasi penguat di pelabuhan SBP Tanjungpinang sejak sebelum masuk bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Layanan vaksin memang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum divaksin penguat, dan tidak terkecuali vaksin dosis pertama dan kedua.

Kendati demikian, menurutnya, beberapa hari terakhir layanan vaksinasi penguat dihentikan karena minimnya minat masyarakat divaksin. Padahal pada hari pertama dibuka, jumlah masyarakat divaksin penguat mencapai ratusan orang, namun hari-hari berikutnya turun drastis menjadi 10 orang bahkan tak ada sama sekali.

“Tapi besok, Kamis (7/4), kita mulai gelar lagi vaksinasi penguat. Mudah-mudahan antusiasme masyarakat tinggi, seiring penerapan vaksin penguat sebagai syarat mudik Idul Fitri 1443 Hijriah,” demikian Nolita.

Sumber: Antara

Pos terkait