Ukur Herd Immunity, Batam Mulai Ambil Sampel Darah Warga

Batam Herd Immunity
Warga Batam mengenakan masker beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah setempat memulai survei epidemiologi untuk mengukur herd immunity. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam mulai melakukan survei epidemiologi mengukur herd immunity atau kekebalan kelompok dari sampel darah warganya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan hal ini dilakukan guna mengetahui kekebalan tubuh terhadap COVID-19 di Kota Batam.

“Pemerintan Kota Batam sudah bergerak jauh. Kami sudah melakukan Survei Epidemiologi yang melibatkan 450 responden untuk ambil darah dan 600 responden untuk diwawancarai,” kata Amsakar di Gedung DPRD Batam, Rabu (27/10).

|Baca Juga: Batam Lakukan Survei Herd Immunity

Menurut Amsakar, sampai saat ini sudah ada 270 orang yang sudah dicek darah dan diwawancarai. Dari hasil itu, katanya dapat disimpulkan bahwa masyarakat Batam 92 persen patuh mengikuti masker.

“Dengan itu kita minta masyarakat Kota Batam harus meningkatkan lagi protokol kesehatannya,” ujarnya.

Pria berkaca mata itu mengaku hal ini perlu dilakukan sebab dengan mengetahui kondisi warganya pemerintah dapat menentukan kebijakan yang akan diambil kedepannya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menginginkan adanya patokan mengenai capaian herd immunity Covid-19 selain mendukung travel bubble juga sekaligus memastikan kota ini dapat mengatasi semua varian virus corona. “Mengantisipasi merebaknya kasus Covid-19,” kata dia.

Secara sederhana, masyarakat akan disurvei imun tubuhnya sehingga Pemko Batam memiliki ukuran kekebalan kelompok di Batam. Menurut Rudi, survei akan dilakukan bertahap. “(Bertahap) Karena biayanya besar,” ujar Rudi, Jumat (15/10).

Dengan adanya ukuran tersebut, maka bisa memberikan jaminan kepada negara lain bahwa Batam sudah berhasil mencapai kekebalan kelompok sehingga pelancong tak perlu khawatir mengenai penularan virus.

“Sehingga jika ada yang terpapar, kami punya alasan warga Batam punya imun yang baik,” sambung Rudi.

Berdasarkan data Satgas setempat, jumlah penduduk Batam yang sudah mendapat vaksin dosis pertama sebanyak 764.069 orang atau setara 84,21 persen dari total sasaran. Sedang dosis kedua sebanyak 555.209 atau setara 61,19 persen. Data hingga 15 Oktober 2021.

Sementara penduduk Batam yang pernah terinfeksi Covid-19 sebanyak 25.811 dari total penduduk 1.196.396 (Sensus Penduduk 2020). Lalu Pasien sembuh 24.958 orang. Jumlah yang meninggal sebanyak 838 orang. (Engesti)

|Baca Juga: Wagub Marlin Apresiasi Sinergi untuk Percepat Herd Immunity

Pos terkait