JAKARTA (gokepri) – Vidi Aldiano wafat setelah tujuh tahun berjuang melawan kanker ginjal. Industri musik kehilangan salah satu penyanyi pop yang paling konsisten dalam dua dekade terakhir.
Sabtu sore (7/3), kabar duka menyebar cepat dari lingkaran keluarga ke komunitas hiburan di Jakarta. Pesan singkat dari Harry Kiss—ayah penyanyi Vidi Aldiano—beredar di berbagai grup percakapan. Isinya sederhana namun mengguncang banyak orang: putranya telah berpulang.
“Telah wafat anak saya: Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16.30,” tulis Harry dalam pesan yang dibagikan kepada sejumlah kolega di komunitas film dan hiburan.
Baca Juga: Hendra Asman Berjuang Melawan Kanker Usus
Dengan pesan itu, perjalanan panjang seorang penyanyi pop yang telah menghiasi panggung musik Indonesia selama hampir dua dekade resmi berakhir.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Ia pertama kali mengumumkan penyakitnya kepada publik pada Desember 2019. Saat itu, Vidi mengungkap bahwa ia didiagnosis menderita kanker ginjal stadium tiga.
Sejak pengumuman itu, perjalanan hidupnya berubah drastis. Penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu pop romantis itu harus membagi waktunya antara panggung hiburan dan ruang perawatan medis.
Selama beberapa tahun terakhir, Vidi menjalani berbagai rangkaian pengobatan. Ia dirawat di sejumlah rumah sakit, termasuk di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. Selain itu, ia juga menjalani terapi lanjutan di luar negeri, antara lain di Thailand, Malaysia, dan sebelumnya juga di Singapura.
Meski menjalani pengobatan intensif, Vidi tetap berusaha menjalani kehidupan publiknya. Ia masih tampil dalam sejumlah acara, merilis karya, dan aktif di media sosial. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap berbagi cerita mengenai proses pengobatan dan kondisi kesehatannya.
Keterbukaan itu membuat banyak penggemarnya mengikuti perjalanan kesehatannya dari waktu ke waktu. Bagi sebagian orang, Vidi bukan hanya penyanyi, tetapi juga simbol ketahanan menghadapi penyakit serius.
Unggahan terakhirnya di Instagram muncul pada 8 Februari 2026. Dalam foto itu, Vidi tampak menghadiri pernikahan sahabatnya, Ranggaz Ananta Laksmana. Wajahnya terlihat segar, mengenakan setelan formal, berdiri bersama sejumlah teman dekat.
Tidak ada tanda bahwa itu akan menjadi salah satu momen publik terakhirnya.
Setelah kabar wafatnya tersebar, kolom komentar pada unggahan tersebut segera dipenuhi ucapan duka cita. Sejumlah tokoh publik dan sahabat sesama artis menyampaikan pesan perpisahan.
“Selamat jalan, Vidi… orang baik,” tulis pengusaha dan kreator konten Arief Muhammad.
“Kak Vidi orang baik… husnul khotimah ka,” tulis Alshad Ahmad.
Aktris Mona Ratuliu juga menuliskan doa, “Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa fuanhu, dear Vidi.”
Sejumlah figur publik lain seperti Luna Maya dan Deddy Corbuzier turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Reaksi duka yang luas mencerminkan posisi Vidi Aldiano dalam industri hiburan Indonesia—seorang penyanyi yang dikenal tidak hanya karena karyanya, tetapi juga kepribadiannya yang hangat.
Vidi Aldiano memulai karier musiknya pada akhir 2000-an. Lagu-lagu popnya yang ringan dan emosional membuat namanya cepat dikenal di kalangan pendengar muda. Dalam perjalanannya, ia tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu, pembawa acara, dan figur publik yang aktif di berbagai kegiatan hiburan.
Di tengah karier itu, kisah perjuangannya melawan kanker menjadi bagian penting dari narasi hidupnya. Ia sering berbicara tentang pentingnya dukungan keluarga dan teman-teman dalam menghadapi penyakit tersebut.
Istrinya, aktris Sheila Dara, selama ini diketahui mendampingi proses pengobatan dan pemulihan yang dijalani Vidi. Keluarga dan sahabat dekat juga kerap terlihat berada di sekelilingnya dalam berbagai fase perawatan.
Kematian Vidi Aldiano meninggalkan duka bagi dunia hiburan Indonesia. Ia meninggalkan sejumlah karya musik yang masih sering diputar hingga kini, sekaligus cerita tentang perjuangan panjang menghadapi penyakit berat di tengah sorotan publik. TEMPO
Baca Juga: KPJ Johor Hadirkan PET CT AI, Deteksi Kanker Lebih Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








