Bandung (Gokepri.com) – Matahari sudah tenggelam saat bus pariwisata Sri Padma Kencana melintas di Tanjakan Cae, Sumedang, Rabu (10/3/2021) malam. Rem bus yang membawa 66 murid dan guru SMP IT Al-Muaawanah itu blong. 29 orang tewas.
Mereka dalam perjalanan pulang usai ziarah dan karya wisata di Pangandaran. Hujan turun pada Rabu malam. Tidak ada lampu jalan di sekitarnya. Saat bus berbelok di jalan sempit dan menurun di Jalan Tol Wado-Malangbong di Sumedang, Provinsi Jawa Barat, penumpang teriak remnya blong.
“Saat oleng ada yang teriak, rem blong, rem blong! Terus langsung terporosok,” ujar Mimin Mitarsih (52), korban selamat yang mengalami jahitan di kepala dan punggung, seperti dikutip dari Medcom.id.
Bus pariwisata yang membawa 66 orang, termasuk siswa dari sebuah sekolah di Subang, guru dan anggota keluarga, jatuh ke jurang, menewaskan 29 orang, termasuk supir bus. Sebelas orang lainnya terluka parah.
Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu tetapi tidak adanya bekas ban di lokasi jalan menunjukkan rem tidak berfungsi.
Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana mengatakan bus tersebut jatuh ke jurang kedalaman 20 hingga 25 meter di kaki lembah yang dikelilingi lahan pertanian di Sumedang. Lokasi kecelakaan adalah jalan milik pemerintah yang sering digunakan oleh penumpang yang melakukan perjalanan antar provinsi.
Basarnas sejak Rabu malam sudah mengevakuasi para korban. Pada Kamis pagi, mereka menemukan tubuh seorang anak laki-laki yang terperangkap di bawah bus yang terbalik. Dia meninggal selama upaya penyelamatan. Beberapa korban selamat dikirim ke klinik terdekat dan rumah sakit, dan dua meninggal selama perawatan.
Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini.
Budi mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk menambahkan rel pengaman di jalan atau mengaspal sambil terus menyelidiki kecelakaan tersebut.
Kepolisian menyatakan rombongan karya wisata dan ziarah siswa itu menempuh perjalanan sekitar enam jam untuk ziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi, tokoh penyebar agama Islam di Tasikmalaya pada abad ke-17. Mereka karya wisata dan ziarah pada malam Isra Miraj.
Kepolisian Resor Sumedang mengidentifikasi 27 korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana yang masuk jurang di Jalan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto melalui siaran pers yang diterima di Sumedang, Kamis, mengatakan penumpang bus merupakan rombongan dari SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang yang seluruhnya sudah dievakuasi ke rumah sakit.
“Hasil identifikasi korban kecelakaan meninggal dunia di instalasi jenazah RSUD Sumedang bersama Unit Siaga Laka Lantas, Unit Siaga Inafis, dan tenaga medis RSUD Sumedang dengan hasil sebagai berikut korban meninggal dunia sampai saat ini 27 orang,” katanya.
Berikut data korban meninggal dunia yang teridentifikasi kepolisian yakni:
- Jejen Juraejin (41) laki-laki pekerjaan sebagai guru.
- Syarif Munawar (40) laki-laki pekerjaan guru.
- Arifha Qurotta Aini (7) perempuan status pelajar.
- Lidia (13) perempuan status pelajar.
- Gea (4) perempuan.
- Aan Sukaesih (41) perempuan.
- Dinda Hani (15) perempuan status pelajar.
- Gina Virginia (13) perempuan status pelajar.
- Dinda Khoirunisa.
- Windy Widya Ningsih (14) perempuan status pelajar.
- Resa Siti Khoerunisa (13) perempuan status pelajar.
- Tatang Hidayat (20) laki-laki status guru.
- Sari Nurmala (28) status mahasiswa.
- Dede Lili (46) laki-laki sebagai kernet bus.
- Ade Ipah (50) perempuan status ibu rumah tangga.
- Rukman (50) laki-laki pekerjaan wiraswasta.
- Cahyati (14) perempuan status pelajar.
- Entin Supriatin.
- Octaviani perempuan status pelajar.
- Yudi Awan (42) laki-laki pekerjaan sopir bus.
- Amot (60) ibu rumah tangga.
- Wardi (51) laki-laki pekerjaan PNS.
- Ugi Zaenal laki-laki.
- Riki Faisal Mubarok
- Hana Nurazizah (26) pekerjaan guru.
- Nenanh (38) perempuan.
- Aan Anwar Sadad (38) laki-laki pekerjaan guru.
Seluruh korban jiwa maupun yang selamat dalam peristiwa bus masuk jurang itu tercatat sebanyak 65 orang.
Sebelumnya peristiwa itu bermula ketika bus yang membawa rombongan SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang masuk jurang di Jalan Raya Wado-Malangbong tepatnya di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kab Sumedang, Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 WIB.
Bus nomor polisi T 7591 TB melaju dari arah Garut menuju Sumedang yang hilang kendali hingga terjadi kecelakaan tunggal.
Kecelakaan maut bus tersebut terjadi ketika situasi sedang hujan lebat. Namun belum diketahui persis penyebab kecelakaan tersebut, karena proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.
Selain itu, jalur alternatif yang menghubungkan Garut dan Sumedang melalui Kecamatan Wado itu bukan untuk kendaraan besar seperti bus tersebut dengan kondisi ada turunan panjang dan banyak tikungan. (Can)









