Tiga Serangkai: Dari Usaha Rumahan ke Pabrik Keripik

Keripik Tiga Serangkai
Peresmian pabrik keripik Tiga Serangkai di Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Minggu 28 Maret 2021. (foto: eri/gokepri)

Batam (Gokepri.com) – Pada 2005, Maidi dan istrinya, Aklima, merintis bisnis keripik singkong dari rumahnya. 16 tahun berlalu, kini mereka mendirikan pabrik.

28 Maret 2021, Maidi meresmikan pabrik keripik singkongnya yang berlokasi di Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Bisnis keripik ini ia rintis setelah berhenti menjadi kontraktor pada 2005 silam. Saat itu Maidi bersama istrinya berunding untuk memulai bisnis keripik dengan modal Rp600.000. Ia membeli 50 kilogram singkong untuk diolah jadi keripik.

“Langsung habis. Besoknya beli lagi 80 kilo dan habis juga,” ungkap Maidi dalam sambutannya saat peresemian pabrik, Minggu (28/3/2021).

Laris manis, keripik singkong olahan Maidi bertahan selama satu dekade lebih. Keripiknya diproduksi di rumahnya dengan mempekerjakan tujuh orang. Ia pun menamai keripiknya dengan merek Tiga Serangkai yang diilhami dari tiga anaknya. Selama ini, sang istrilah yang menawarkan keripik Tiga Serangkai ke warung-warung sampai akhirnya punya nama seperti sekarang. Variannya kini punya banyak jenis salah satunya keripik pisang.

Selama bertahun-tahun, keripik Tiga Serangkai juga banyak mengikuti program UMKM salah satunya lewat pendampingan Bank Indonesia, BRI dan Al-Ahmadi Entrepreneurship. Sampai akhirnya usahanya terus berkembang dengan mendirikan gerai-gerai di sejumlah pusat perbelanjaan. Kesuksesan itu tak membuat Maidi larut. Ia terus berinovasi untuk memperluas pasar.

Pasarnya pun luas. Keripik Tiga Serangkai sudah merambah Singapura, Malaysia dan Jerman. Menurut Maidi, dia beberapa kali diundang dalam pertemuan bisnis dengan sejumlah pengusaha luar negeri sehingga memiliki peluang keripiknya dipasarkan ke negara lain. “Dengan modal kerupuk, saya bisa ditemukan dengan Duta Besar, Menteri dan pengusaha-pengusaha besar,” ujar dia.

Kerja keras dan inovasi Maidi berbuah manis. Keripik Tiga Serangkai yang produksi di rumahan, kini sudah memiliki pabrik sendiri dengan alat yang lebih modern. Bahkan di sisi kirinya ada gerai khusus untuk penjualan keripik.

Pabrik ini dibangun agar bisa memproduksi keripik lebih banyak lagi sesuai permintaan pemesan. Salah satunya memenuhi pemesanan dari Australia. “Beginilah cita-cita seorang pengusaha. Tidak boleh patah semangat,” kata dia.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengapresiasi pembangunan pabrik Keripik Tiga Serangkai karena membawa nama Sagulung sampai ke dunia internasional. “Kehadiran UKM sangat berarti untuk orang banyak karena membuka lapangan pekerjaan,” kata dia saat memberi sambutan.

Apalagi Keripik Tiga Serangkai sudah mengantongi sertifikasi halal dan dikemas dengan baik sehingga layak dipasarkan ke dunia internasional.

Menurut Reza, rasanya enak. Varian rasanya juga banyak. “Istri saya bilang, keripik ini yang bisa dibawa pulang sama mertua saya ke rumah. Keripik Pisang Tiga Serangkai,” kata dia.

Reza berharap keripik Tiga Serangkai terus berkembang dan menjadi pionir bisnis UKM yang berkembang pesat di Sagulung. “Semoga menjadi usaha andalan utama di Kecamatan Sagulung,” kata dia. (Eri)

Saksikan liputan tentang keripik Tiga Serangkai:

Pos terkait