Tiga Hari Batam Job Fair, Panita Terima 12 Ribu Berkas Lamaran

Job Fair Batam
Berkas lamaran dikumpulkan di Job Fair Batam 2022. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (GoKepri.com) – Total pencari kerja yang sudah memasukkan lamaran berjumlah lebih kurang 12 ribu orang pada Batam Job Fair 2022.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat dihubungi Rabu 9 November 2022. “Hari ketiga ini yang masuk paling 2 ribu berkas pelamar. Sedangkan untuk totalnya masih dalam pendataan, karena lamaran yang kami terima ini sangat banyak. Satu pekerja mengajukan dua bahkan tiga lamaran ke perusahaan. Diperkirakan ada 12 ribu berkas yang masuk,” kata dia.

Ia memastikan lamaran yang sudah masuk diterima oleh perusahaan. Lamaran yang diterima akan dipilah berdasarkan perusahaan yang dituju. Setelah itu, lamaran langsung diantar ke masing-masing booth panitia perwakilan perusahaan yang ada di SP Plaza. Ia berharap 1.880 lapangan pekerjaan yang tersedia terisi semua.

HBRL

Baca Juga: Sulitnya Mencari Kerja di Batam

“Kami kumpulkan semua, dan akan kami distribusikan. Kami memastikan semua lamaran tersampaikan ke perusahaan tanpa terkecuali,” kata dia.

Mengenai tahap selanjutnya, termasuk soal pemanggilan wawancara akan langsung dilakukan oleh pihak perusahaan. Mereka akan menghubungi pelamar melalui nomor yang tertera di surat lamaran.

“Kami hanya menerima saja, selanjutnya akan menjadi keputusan perusahaan,” sebutnya.

Rudi menambahkan hari kedua dan ketiga pelaksanaan job fair berjalan dengan baik dan lancar. Pelamar jauh lebih tertib, dari pada hari pertama yang sempat terjadi desakan, karena membludaknya jumlah pencari kerja yang memadati tempat job fair berlangsung di SP Plaza, Sagulung.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho menyoroti job fair yang digelar oleh dinas tenaga kerja Kota Batam. Ia mengatakan job fair yang digelar sangat tidak masuk akal. Seharusnya ada koordinasi dengan pihak perusahaan apa lowongan yang ada dituju. Pihaknya juga menyoroti soal ketidaksiapan panita job fair.

“Kalau cuma jadi karyawan ngapain harus berdesak-desakan begitu. Kan kasihan anak-anak kita,” kata dia.

Dia juga mengatakan jika Panitia menerima lamaran besar kemungkinan ada kepentingan yang ujung-ujungnya nanti ada orang yang memanfaatkan kesempatan dengan iming-iming kalau mau kerja harus bayar.

“Ini banyak kemungkinan, ya panitia harusnya mengatur antrian saja, biar pelamar langsung berhadapan dengan perusahaan. Ini baru namanya fair,” sebutnya.

Ia menyarankan seharusnya Disnaker Batam memberikan pelatihan dan jenjang karir bagi pancaker agar mudah dalam bersaing.

“Sia-sia pelatihan yang digelar oleh Disnaker selama ini kalau mereka juga harus ikut bersaing dengan yang lain. Seharusnya mereka yang ikut pelatihan itu yang diutamakan. Ini yang ikut pelatihan titipan semua,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait